Lebanon Darurat 14 Hari, Bantuan Terus Mengalir dari Berbagai Negara

0
347

BincangSyariah.Com – Pemerintah Lebanon mengumumkan keadaan darurat selama dua pekan di ibu kota dan menyerahkan kendali keamanan kepada militer pasca ledakan besar di Beirut yang menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai 5.000 orang lainnya.

Ledakan pada hari Selasa mengirimkan gelombang kejut ke seluruh kota, menyebabkan kerusakan luas hingga pinggiran Beirut. Pemerintah Lebanon memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah saat para pekerja darurat menggali reruntuhan untuk mencari para korban. (Baca: Breaking News! Bom Meledak di Lebanon, Puluhan Meninggal dan Ribuan Luka-Luka)

Dilansir The Guardian, Gubernur kota Beirut, Marwan Abboud, menyatakan ada sekitar 300.000 orang kehilangan rumah dan pihak berwenang sedang berupaya menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal bagi mereka.

Di antara yang tewas adalah sekretaris jenderal partai politik Kataeb, Nazar Najarian. Saat ledakan terjadi, ia berada di kantornya dan meninggal setelah mengalami luka parah. Ada satu orang Australia dan satu orang Amerika terbunuh. Kedutaan Besar Filipina di Beirut juga menyatakan bahwa ada dua warga Filipina juga tewas akibat ledakan dan delapan lainnya terluka, serta ada sebelas pelaut Filipina lainnya masih belum ditemukan.

Lebanon telah mengalokasikan 100 Miliar Pound Lebanon untuk menangani dampak ledakan itu. Kelompok-kelompok bantuan seperti UNICEF dan Palang Merah memiliki tim di lapangan yang membantu pihak berwenang, dan mendesak masyarakat untuk mendonorkan darah.

Beberapa badan amal sedang memberikan perawatan medis, tempat tinggal, persediaan, dan layanan lainnya untuk membantu memulihkan dan membangun kembali Kota Beirut. Negara-negara sahabat, sekutu dekat, dan bahkan musuh Lebanon menawarkan bantuan untuk mempercepat penanganan korban pasca-ledakan dahsyat di kota Beirut. Simpati terus mengalir dari seluruh penjuru dunia.

Baca Juga :  Kenapa Ada Hujan yang Mendatangkan Bencana? Ini Pandangan Ulama Tafsir

Menteri Luar Negeri Jordania, Ayman Safadi, menyatakan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan Lebabon. Iran, salah satu sekutu dekat Lebanon dan kelompok Hezbollah, menyatakan siap memberikan bantuan yang dibutuhkan Lebanon dengan cara apa pun yang diperlukan.

Emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, penguasa Qatar, berharap para korban ledakan segera pulih dan bisa berkumpul kembali dengan kerabatnya. Wakil Presiden Uni Emirat Arab dan penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum, menyatakan penghormatan dan belasungkawa kepada warga Lebanon.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menelepon langsung Presiden Lebanon Michel Aoun. Kantor kepresidenan Turki memberitakan, Erdogan menyatakan bahwa negaranya siap memberikan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan Lebanon.

Pemerintah Mesir mengirimkan pernyataan keprihatinan yang mendalam kepada Lebanon dan warganya yang turut menjadi korban dalam peristiwa ledakan itu. Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboulgheit menekankan pentingnya pencarian fakta dan pengungkapan kebenaran di balik terjadinya ledakan yang menewaskan lebih dari 70 warga tersebut.

Sementara itu, pemerintah Israel juga ingin mengirimkan bantuan medis dan kemanusiaan, serta bantuan darurat. Pemerintah Israel menyatakan bahwa Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi telah menawarkan Pemerintah Lebanon bantuan medis dan kemanusiaan serta bantuan darurat melalui perantara internasional.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesedihannya atas peristiwa yang terjadi sedangkan pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan akan mengirimkan bantuan. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa untuk semua yang terkena dampak dan menyatakan siap untuk menawarkan semua bantuan yang mungkin.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengungkapkan, negaranya siap memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan Pemerintah Lebanon. Senada dengan Le Drian, Presiden Perancis Emmanuel Macron juga menyatakan bahwa Perancis akan selalu ada di sisi Libanon.

Baca Juga :  Sampai Kapanpun, Santri Zaman Now Tetap Harus Mengedepankan Akhlak

Dari dalam negara Lebanon sendiri, pemimpin kaum Druze Lebanon, Walid Jumblatt, mempertanyakan mengapa ada amonium nitrat tersimpan dalam waktu cukup lama di gudang pelabuhan Beirut. Untuk kepentingan siapa bahan dalam jumlah besar itu sampai didatangkan ke Lebanon mesti dijawab sesegera mungkin.

Jumblatt juga meminta komite penyidik yang dibentuk Pemerintah Lebanon bisa mengungkap aktor di balik penyimpanan bahan peledak dalam jumlah sangat besar di pelabuhan kota. Laporan terkini menyatakan bahwa ledakan dahsyat di Beirut berasal dari akumulasi bahan peledak yang memiliki daya ledak sangat tinggi.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here