Larilah pada Allah Senang Maupun Susah: Tafsir Surah adz-Dzariyat Ayat 50

0
1301

BincangSyariah.Com – Arti lari adalah melangkahkan kaki dari satu tempat ke tempat yang lain. Lari dikalukan seseorang disebabkan sesuatu yang ia ditakuti, seperti dikejar musuh, hewan buas, dan lain sebagainya. Dalam Al-Qur’an disebutkan seorang hamba diperintahkan untuk lari atau kembali kepada Allah. Terkait hal ini, Allah Swt. berfirman:

فَفِرُّوا إِلَى اللَّهِ ۖ إِنِّي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ مُبِينٌ

Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. (QS. Adz-Dzariyat : 50)

Arti lafadz fafirru ilallah (kembalilah kejalan Allah). Maksudnya kita diperintahkan untuk selalu di jalan Allah. kemaksiatan dan dosa yang kita lakukan hakikatnya karena kita jauh dari Allah, dan tidak memperhatikan dengan apa yang telah diperintah oleh Allah Swt.

Dalam kitab An-Nafahat Al-Makkiyah  Syekh Muhammad bin Shalih asy-Shawi menjelaskan: Tatkala Allah menyeru para hamba untuk melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya yang mengharuskan mereka takut dan kembali pada-Nya. Selanjutnya Allah memerintahkan sesuatu yang menjadi tujuan dari seruan itu, yaitu lari (mendekat) kepada-Nya. Maksudnya itu lari dan menjauh dari semua yang dibenci Allah secara lahir dan batin menuju yang dicintai Allah secara lahir dan batin, lari dari kebodohan menuju ilmu, lari dari kekufuran menuju keimanan, lari dari kemaksiatan menuju ketaatan, lari dari kelalaian menuju kewasapadaan. Siapa pun yang memenuhi semua hal tersebut, maka dia telah menyempurnakan agama secara keseluruhan, semua yang ditakuti akan lenyap darinya dan akan memperoleh tujuan yang diinginkan.

Allah menyebut kembali kepada-Nya, sebab kembali pada selain Allah terdapat berbagai hal yang ditakuti dan tidak diinginkan, sedangkan kembali kepada Allah terdapat berbagai hal yang disenangi, ketentraman, keamanan, dan keberuntungan. Semua orang yang engkau takuti hendaklah engkau jauhi kecuali Allah.

Baca Juga :  Hukum Membayarkan Zakat Orang yang Telah Meninggal

Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr Al-Anshari al-Qurthubi”. Dalam karyanya Tafsir Al-Qurthubi (Juz 17 Hlm. 51) mengutip pendapat para ulama tentang arti farirru ilallah. Beliau menjelaskan:

وقال أبو بكر الوراق :   فروا من طاعة الشيطان إلى طاعة الرحمن . وقال الجنيد :  الشيطان داع إلى الباطل ففروا إلى الله يمنعكم منه  وقال ذو النون المصري :   ففروا من الجهل إلى العلم ، ومن الكفر إلى الشكر.  وقال عمرو بن عثمان:  فروا من أنفسكم إلى ربكم

Abu Bakar Al-Warraq berkata:  mereka  lari dari taat kepada syaitan menuju taat kepada Allah dzat yang maha pengasih, Imam Junaid berkata : Setan mengajak pada kebatilan maka larilah kalian semua kepada allah dengan perkara yang ia larang. Dzunnun Al-Mirsi berkata: maka larilah kalian dari kebodohan menuju pengetahuan (ilmu) dan lari dari kekufuran nikmat, kepada mensyukuri nikmat, Umar bin Utsman berkata : larilah kalian semua pada jalan tuhanmu.

Wallahu A’lam Bissawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here