Tiga Sebab Nabi Melarang Tidur Tengkurap

2
2221

BincangSyariah.Com – Dalam banyak hadis disebutkan bahwa Nabi Saw menganjurkan agar kita tidur dengan berbaring pada rusuk sebelah kanan. Ini adalah posisi terbaik yang diajarkan oleh Nabi Saw saat kita tidur. Sementara posisi terburuk adalah tidur dengan posisi tengkurap. Nabi Saw melarang tidur dengan posisi tengkurap.

Berdasarkan beberapa riwayat, setidaknya ada tiga sebab mengapa Nabi Saw melarang tidur dengan posisi tengkurap.

Pertama, tidur tengkurap adalah posisi tidur yang dimurkai oleh Allah. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Thikhfah Al-Ghifari, dia berkata;

فَبَيْنَمَا أَنَا مُضْطَجِعٌ فِى الْمَسْجِدِ مِنَ السَّحَرِ عَلَى بَطْنِى إِذَا رَجُلٌ يُحَرِّكُنِى بِرِجْلِهِ فَقَالَ  إِنَّ هَذِهِ ضِجْعَةٌ يُبْغِضُهَا اللَّهُ. قَالَ فَنَظَرْتُ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

Ketika aku sedang berbaring tengkurap di masjid karena begadang dan itu terjadi di waktu sahur. Lalu tiba-tiba ada seseorang menggerak-gerakkanku dengan kakinya. Ia pun berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dibenci oleh Allah. Kemudian aku pandang orang tersebut, ternyata ia adalah Rasulullah Saw.

Kedua, tidur tengkurap adalah posisi tidur yang tidak disukai oleh Allah. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah, dia berkata;

رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلا مضطجعا على بطنه فقال إن هذه ضجعة لا يحبها الله

Rasulullah Saw pernah melihat seseorang yang tidur dengan posisi tengkurap. Kemudian Rasulullah Saw berkata, ‘Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang tidak disukai oleh Allah.

Ketiga, tidur tengkurap adalah posisi tidur ahli neraka. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah dari Abu Dzar Al-Ghifari, dia berkata;

مَرَّ بِىَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا مُضْطَجِعٌ عَلَى بَطْنِى فَرَكَضَنِى بِرِجْلِهِ وَقَالَ يَا جُنَيْدِبُ إِنَّمَا هَذِهِ ضِجْعَةُ أَهْلِ النَّارِ

Baca Juga :  Benarkah Niat Wajib Diakhiri Lillahi Ta’ala?

Nabi Saw lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, ‘Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.’ Wallahu a’lam bis showab.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here