Larangan Nabi Mendiskriminasi Non-Muslim

2
1069

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, tak sedikit kaum Muslim yang hidup berdampingan dengan non Muslim. Ini tentu menjadi tangtangan tersendiri untuk saling menghormati dan menjaga keharmonisan satu sama lain. Juga saling menjaga antara satu sama lain, termasuk dalam hal benda milik. Namun bagaimana dengan anggapan sebagian kaum Muslim yang membolehkan mengambil dan mengganggu milik non-Muslim? Apakah benar demikian?

Mengambil dan mengganggu barang milik non-Muslim, termasuk hewan peliharaannya, tidak diperbolehkan dalam Islam. Selama non-Muslim tersebut berkomitmen untuk hidup rukun dengan umat Muslim, maka umat Muslim dilarang mengganggu kehidupannya dan semua barang miliknya harus dijaga, tidak boleh diambil dan diganggu.

Bahkan terdapat beberapa riwayat hadis yang melarang keras menyakiti non-Muslim dan mengambil semua barang miliknya. Di antaranya hadis riwayawat Imam Abu Daud, bahwa Nabi Saw bersabda;

أَلَا مَنْ ظَلَمَ مُعَاهِدًا أَوِ انْتَقَصَهُ أَوْ كَلَّفَهُ فَوْقَ طَاقَتِهِ أَوْ أَخَذَ مِنْهُ شَيْئًا بِغَيْرِ طِيبِ نَفْسٍ فَأَنَا حَجِيجُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Ketahuilah, bahwa  siapa yang menzalimi seorang mu’ahad (non-Muslim yang berkomitmen untuk hidup damai dengan umat Muslim), merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat.”

Dalam hadis lain riwayat Imam Thabrani disebutkan bahwa Nabi Saw pernah bersabda;

مَنْ آذَى ذِمِّيًا فَقَدْ آذَانِيْ، وَمَنْ آذَانِيْ فَقَدْ آذَى اللهِ

“Barangsiapa menyakiti seorang zimmi (non Muslim yang tidak memerangi umat Muslim), maka sesungguhnya dia telah menyakitiku. Dan barang siapa yang telah menyakitiku, maka sesungguhnya dia telah menyakiti Allah.”

Berdasarkan dua hadis ini, maka haram mengambil barang milik non-Muslim atau menggangu hewan piaraannya. Umat muslim tidak boleh menyakiti non Muslim dalam bentuk apapun, baik dengan perkataan, perbuatan, tindakan, kebijakan, termasuk mengganggu hewan piaraannya. Keharaman mengganggu milik non-Muslim sama seperti keharaman mengganggu milik orang Muslim lainnya.

Baca Juga :  Hukum Mengobati NonMuslim dengan Alquran

2 KOMENTAR

  1. Judul tulisan di atas: “Larangan Nabi Mendiskriminasi Non Muslim.” Tetapi memang Nabi pernah ketika menyelesaikan harta warisan Abu Thalib, pamannya, nonmuslim, beliau mengatakan: Laa yarisul Muslimul kaafira walal kaafirul muslima, Muslim tidak mewarisi nonmuslim, dan nonmuslim tidak mewarisi Muslim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here