Larangan Merusak Barang Milik Orang Lain

0
125

BincangSyariah.Com – Rasulullah banyak memberikan contoh yang baik kepada kita dalam menghiasi diri dengan akhlak yang baik. Salah satu wujud akhlak yang baik dalam kehidupan sehar-hari adalah tidak merusak barang orang lain ataupun makhluk lain. Dalam riwayat Muslim disebutkan dari Syaddad bin Aus, bahwa salah satu yang ia hafal dari Rasululah adalah Allah mewajibkan berbuat baik (ihsan) kepada segala sesuatu.

Bahkan dalam keterangan Bukhari dikatakan bahwa tanaman yang ditanam oleh manusia namun dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak itu akan bernilai sedekah untuk orang yang telah menanamnya. Hal tersebut menunjukkan betapa indah pedoman Islam dalam pelestarian alam dan sekitarnya. (Baca: Berbuat Baik kepada Tetangga yang Non-Muslim, Bolehkah?)

Oleh karena itu, tak heran jika banyak riwayat yang menceritakan larangan Rasululah dalam merusak suatu yang bermanfaat untuk makhluk lain. Salah satunya adalah riwayat Abu Daud di dbawah ini yang disebutkan dalam kitab Mirqatul Mafatih:

من قطع سدرة في فلاة يستضل بها إبن السبيل والبهائم غشما وظلما بغير حق يكون له فيها صوب الله رأسه في النار

Barangsiapa menebang satu saja pohon bidara (di ruang terbuka tanpa hak dengan sia-sia dan dzalim padahal itu adalah tempat berteduh para musafir dan hewan), maka Allah akan membenamkan kepalanya ke dalam neraka. (HR. Abu Daud)

Sebuah ilustrasi yang jelas bahwa merusak tempat berteduh atau tempat lainnya yang bermanfaat untuk makhluk hidup lainnya (manusia, hewan, dan juga tumbuhan) adalah hal yang dilarang langsung oleh Allah dan berakibat fatal untuk hari esoknya. Dalam riwayat di atas, ganjaran yang akan dikembalikan kepada orang yang merusak sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain adalah masuk neraka, namun rupanya tidak  hanya itu yang disabdakan oleh Rasulullah untuk mengingatkan. Sebab dalam riwayat Muslim juga diceritakan bahwa orang yang berbuat demikian berhak atas laknat Allah, dalam sebuah hadis disebutkan:

Baca Juga :  Ini Larangan Memaki Hewan dalam Islam

   عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : اتقوا اللاعنين . قالوا : وما اللاعنان ؟ قال : الذي يتخلى في طريق الناس أو في ظلهم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jauhilah dua perbuatan yang mendatangkan laknat!” Sahabat-sahabat bertanya, ”Apakah dua perbuatan yang mendatangkan laknat itu?” Nabi menjawab, “Orang yang buang air besar di jalan umum atau di tempat berteduh manusia. (HR Muslim)

Penjelasan larangan Rasulullah di atas sudah cukup jelas, tugas selanjutnya hanyalah kita beranjak untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin pernah sesekali tanpa sengaja merusak sesuatu yang dianggap tak penting untuk diri sendiri, namun berharga untuk kehidupan makhluk lain. Namun itu cukup “pernah”, tidak untuk diulangi di lain waktu. Melihat ganjaran yang didapat, jauh lebih baik jika tidak melakukan perbuatan merusak sesuatu yang bermanfaat untuk makhluk lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here