Larangan Membawa Senjata Tajam dalam Islam

1
809

BincangSyariah.Com – Membawa senjata tajam, seperti celurit, parang, dan sejenisnya, di muka umum dan tempat keramaian termasuk perbuatan yang dilarang dalam Islam. Hal itu karena dikhawatirkan mengenai dan menyakiti orang lain tanpa sengaja. Jika membawa senjata tajam dengan niat mencelakai orang lain, maka hal itu sudah pasti diharamkan dalam Islam.

Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang membawa senjata tajam di tempat keramaian tanpa tujuan yang dibenarkan, maka ia tidak diakui sebagai umat Nabi Muhammad Saw. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah bin Umar, dia berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ حَمَلَ عَلَيْنَا السِّلاَحَ فَلَيْسَ مِنَّا

Sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda; ‘Barangsiapa menghunus pedang kepada kami, maka ia bukan golongan kami.’

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Jabir bin Abdillah, dia berkisah;

أَنَّ رَجُلاً مَرَّ فِي الْمَسْجِدِ بِأَسْهُمٍ قَدْ أَبْدَى نُصُولَهَا، فَأُمِرَ أَنْ يَأْخُذَ بِنُصُولِهَا، لاَ يَخْدِشُ مُسْلِمًا‏.

Ada seorang laki-laki lewat di masjid dengan anak panah yang menampakkan mata anak panahnya, lantas ia diperintahkan untuk menutup mata panahnya agar tidak melukai kaum muslimin.

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Musa, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِذَا مَرَّ أَحَدُكُمْ فِي مَسْجِدِنَا أَوْ فِي سُوقِنَا وَمَعَهُ نَبْلٌ فَلْيُمْسِكْ عَلَى نِصَالِهَا ـ أَوْ قَالَ فَلْيَقْبِضْ بِكَفِّهِ ـ أَنْ يُصِيبَ أَحَدًا مِنَ الْمُسْلِمِينَ مِنْهَا شَىْءٌ ‏

Jika salah seorang di antara kalian melewati masjid kami, atau pasar kami, sedang ia membawa anak panah, hendaklah ia pegang (ia tutup) mata anak panahnya -atau ia mengatakan dengan redaksi; hendaklah ia pegang dengan tangannya- sebab dikhawatirkan kaum muslimin terlukai daripadanya.

Baca Juga :  Benarkah Sedekah Non-Muslim Tidak Mendapatkan Pahala?

Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Hammam, dia berkata;

سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏لاَ يُشِيرُ أَحَدُكُمْ عَلَى أَخِيهِ بِالسِّلاَحِ، فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِي لَعَلَّ الشَّيْطَانَ يَنْزِعُ فِي يَدِهِ، فَيَقَعُ فِي حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ

Aku mendengar Abu Hurairah dari Nabi Saw bersabda; ‘Janganlah salah seorang di antara kalian mengarahkan pedangnya kepada kawannya, sebab siapa tahu setan menariknya dari tangannya lantas ia terjerumus dalam lubang neraka.

Berdasarkan beberapa riwayat di atas, dapat diketahui bahwa membawa senjata tajam di tempat keramaian sangat dilarang, karena dikhawatirkan melukai orang lain.

1 KOMENTAR

  1. haditsnya shaih dan hadits ini di tunjukan kepada setiap kaum muslim dan pertanyaan siapakah yg di sebut golongan umatnya nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam apabila mengngikari apa yg di bawanya dan tidak beriman pada Al Qur’an dan mencampur adukan syariat Islam dlm perkara bathil seperti dan menolak syariat Islam QS Al jasiyah ayat 18 apakah masih bisa di sebut muslim sdh 74 thn Indonesia merdeka kenapa masih blm berani mengambil sikap tegas untuk melantangkan syariat Islam di indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here