Larangan dan Ancaman Ujaran Kebencian dalam Al-Qur’an

0
21

BincangSyariah.Com – Berdasarkan data yang telah dihimpun oleh Masyarakat Telematika Indonesia beberapa tahun ini,  ujaran kebencian dan hoaks masih menjadi penyakit masyarakat Indonesia. Tentu hal tersebut sangatlah berbahaya bagi kerukunan bangsa. Sehingga, sudah sepatutnya semua kalangan dapat berperan dalam menangani permasalahan tersebut.

Al-Qur’an adalah pedoman yang berisikan etika-etika manusia, di antaranya etika manusia sebagai makhluk sosial. Tanpa terkecuali tentang ujaran kebencian yang banyak ditemukan dalam Al-Qur’an baik berupa larangan maupun ancamannya, di antaranya:

Dalam Al-Hujurat ayat 11 dijelaskan tentang larangan terhadap perilaku ujaran kebencian, Allah berfirman (artinya):

“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.

Ayat tersebut mengandung tiga unsur ujaran kebencian, yaitu al-Ihshar, al-Maz, dan at-Tanabuz. Al-Ihshar berartikan menghina dan menganggap remeh. Sedangkan al-Maz adalah perilaku mencela dan melaknat dengan maksud menyakiti, dalam hal ini lafal tersebut adalah perbuatan yang dilakukan dengan lisan.

Terakhir adalah at-Tanabuz yang berarti panggilan yang tidak pantas atau panggilan yang merujuk kepada sesuatu yang buruk atau jelek. Ayat al-Hujurat ini merupakan sebuah larangan dari tiga perbuatan tercela yang telah disebutkan. Sehingga sudah seharusnya kita menjauhi ketiga perbuatan tercela tersebut.

Selain itu, dalam Al-Qur’an juga terdapat sebuah ancaman terhadap orang-orang yang menyebarkan ujaran kebencian. Salah satunya tedapat dalam surat al-Humazah ayat 1 yang artinya: “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela,”. Dalam ayat tersebut terdapat lafal wayl, menurut As-Suyuthi lafal wayl dapat bermakna sebuah kutukan atau satu lembah di neraka Jahanam bagi seorang pengumpat atau pelaku ujaran kebencian.

Baca Juga :  Hukum Menanam Pohon di Atas Kuburan

Ali Ash-Shobuni menjelaskan bahwa ayat pertama ini bermakna azab yang sangat pedih. Kemudian, menurut Sayyid Qutb ayat ini merupakan bentuk ancaman yang sangat dahsyat, bahkan penggambaran siksaannya yang dijelaskan dalam ayat setelahnya merupakan penggambaran yang sangat pedih dan hina. Hal tersebut menandakan betapa hina-nya orang-orang yang melakukan ujaran kebencian.

Pada surat an-Nur ayat 19 terdapat ancaman yang sangat luar biasa dari Allah bagi orang-orang yang melakukan ujaran kebencian. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.”

Ayat ini menjelaskan hukuman bagi orang-orang yang sangat senang menyiarkan perbuatan-perbuatan yang keji. Perbuatan tersebut di antaranya adalah senang mengumbar aib orang lain. Dalam tafsir yang diterbitkan Kemenag, hukuman yang akan diberikan apabila ia tidak bertaubat adalah siksa yang pedih di akhirat kelak.

Dengan memerhatikan bagaimana Al-Qur’an melarang dan mengancam ujaran kebencian, kita sebagai muslim tentu harus menjaga lisan kita untuk tidak berbuat demikian. Sebagaimana Rasulullah Saw. pernah bersabda: al-muslim  man salima al-muslimuna min lisanihi wa yadihi (Orang Islam yang sebenarnya adalah orang yang selamat dari lisan dan tangannya). Semoga kita dihindarkan dari perbuatan-perbuatan yang keji. Aamiin Allohumma Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here