Kutil pada Kulit Tidak Boleh Dicabut Ketika Hendak Berkurban, Benarkah?

0
794

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa ketika seseorang hendak berkurban, maka dia dianjurkan agar tidak memotong dan mencabut rambut dan kukunya. Namun ada sebagian ustadz yang menjelaskan bahwa anjuran ini bukan hanya berlaku pada rambut dan kuku, namun juga hal-hal yang tumbuh pada bagian kulit, seperti kutil dan lainnya. Benarkah demikian? (Baca: Tata-cara Memotong Kuku yang Disunahkan)

Bagi orang yang hendak berkurban, maka dianjurkan baginya untuk tidak memotong dan mencabut rambut dan kuku sejak malam pertama bulan Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, dari Ummu Salamah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذا أُهِلَّ هِلالُ ذِي الحِجَّة فَلا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْره وَلا منْ أَظْفَارهِ شَيْئاً حَتَّى يُضَحِّيَ

Barangsiapa memiliki hewan sembelihan yang akan disembelih (untuk kurban), maka ketika sudah masuk pada bulan Dzulhijjah, maka jangan sekali-kali mengambil (memotong) rambutnya dan kuku-kukunya sedikitpun sampai dia menyembelih.

Dalam hadis lain disebutkan, bahwa bukan hanya rambut dan kuku semata yang dianjurkan untuk tidak dipotong dan dicabut, namun juga semua hal yang menempel di kulit, termasuk kutil dan lainnya. Karena itu, jika kutil tersebut tidak membahayakan, maka tidak dianjurkan untuk dicabut ketika hendak berkurban sejak sejak malam pertama bulan Dzulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Namun jika sekiranya membahayakan, maka tidak masalah untuk dicabut.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وقال المالكية والشافعية: يسن لمريد التضية ولمن يعلم ان غيره يضحي عنه ان لا يزيل سيئا من شعر رأسه او بدنه بحلق او قص او غيرهما ولا شيئا من اظفاره بتقليم اوغيره ولا شيئا من بشرته كسلعة لا يضر بقاءها وذلك من ليلة اليوم الاول من ذي الحجة الى الفراغ من ذبح الاضحية

Baca Juga :  Idul Fitri: Ajang Transformasi Diri

Ulama Malikiyah dan Syafiiyah berkata; Disunnahkan bagi orang yang hendak berkurban, dan bagi orang yang tahu bahwa orang lain berkurban atas nama dirinya, agar tidak menghilangkan sedikitpun dari rambut kepala atau badannya, baik dengan dicukup, dicabut, atau lainnya, juga tidak menghilangkan kukunya dengan dipotong atau lainnya, serta tidak menghilangkan sesuatu yang ada pada kulitnya seperti benda (kutil) yang tidak membahayakan. Ini dimulai sejak malam pertama bulan Dzulhijjah hingga penyembelihan hewan kurban.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tidak hanya memotong rambut, orang yang hendak berkurban juga dianjurkan tidak menghilangkan sesuatu yang menempel di kulit. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummu Salamah, Nabi Saw bersabda;

إذا دخل العشرفأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره ولا من بشره شيئا

Apabila telah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian hendak berkurban, maka janganlah dia menyentuh rambut dan kulitnya sedikitpun.

Dengan demikian, jika terdapat kutil pada kulit orang yang hendak berkurban dan hal itu tidak membahayakan, maka hendaknya dia tidak mencabutnya sebagaimana dia tidak mencabut rambut dan kuku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here