Kurban Sapi Hasil Patungan Tujuh Orang, Siapa Sebaiknya yang Menyembelih?

0
1049

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, banyak masyarakat yang berkurban dengan cara arisan atau patungan. Misalnya, tujuh orang patungan membeli sapi untuk dijadikan kurban kolektif. Jika demikian, siapa yang lebih berhak menyembelih sapi kurban di antara tujuh orang tersebut? (Baca: Mana Lebih Baik, Berkurban Sendirian dengan Kambing atau Patungan dengan Sapi?)

Ketika tujuh orang patungan membeli sapi untuk dijadikan kurban, tentu tidak semuanya harus menyembelih. Cukup satu orang saja yang menyembelih, sementara lainnya cukup menyaksikan. Menurut para ulama, setidaknya ada tiga kriteria seseorang bisa lebih berhak dan pantas untuk menyembelih hewan kurban.

Pertama, sembelihan hewan kurban sebaiknya dilakukan oleh orang yang saleh dan taat beragama serta mengerti hukum-hukum dan tata cara menyembelih hewan kurban. Orang yang saleh dan mengerti tentang hukum-hukum menyembelih kurban harus lebih diutamakan dibanding yang lain.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Dr. Hasamuddin dalam kitab Al-Mufashshal fi Ahkam Al-dhhiyah berikut;

وأما الإنابة في ذبح الأضحية فجائزة، وينبغي أن يوكل في ذبحها صاحب دين له معرفة بالذبح وأحكامه

Adapun mewakilkan sembelihan hewan kurban, maka hukumnya boleh. Dan sebaiknya mewakilkan sembelihan hewan kurban kepada orang yang taat beragama serta mengerti hukum-hukum menyembelih hewan kurban.

Kedua, mampu menyembelih hewan kurban dengan baik. Selain saleh dan mengerti hukum-hukum menyembelih hewan kurban, juga mampu menyembelihnya.

Ketiga, penyembelih sebaiknya laki-laki. Karena itu, jika tujuh orang patungan dan di dalamnya ada laki-laki dan perempuan, maka yang lebih berhak untuk menyembelihnya adalah laki-laki. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

والافضل ان يذبح الرجل بنفسه ان احسن الذبح اتباعا لفعل النبي صلى الله عليه وسلم والسنة للمرأة ان توكل عنها  وان يحضر المضحي اضحيته بنفسه عملا بالسنة وطلبا بالمغفرة

Baca Juga :  Belajar Toleransi dari Muslim Indonesia di Jepang

Paling utama bagi laki-laki menyembelih sendiri hewan kurbannya, jika mampu,  untuk mengikuti perbuatan Nabi Saw. Dan sunnah bagi perempuan untuk mewakilkan sembelihan hewan kurbannya kepada orang lain. Dan orang yang berkurban, hendaknya menghadiri penyembelihan hewan kurbannya secara langsung karena mengamalkan sunnah dan mengharap maghfirah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here