Kunjungi UIN Jakarta, Ini Lima Pesan Penting Syekh Usamah tentang Moderasi Beragama

0
89

BincangSyariah.Com – Kedatangan Syekh Usamah Al-Azhari ke Universitas Islam Negeri Jakarta pada tanggal 18 September 2019 dalam rangka menyampaikan kuliah umum disambut begitu antusias oleh mahasiswa UIN Jakarta. Meski penyelanggara kegiatan ini adalah Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI), namun mahasiswa yang hadir tidak hanya dari FDI sendiri, melainkan dari beberapa fakultas lain.

Beliau merupakan guru besar di Universitas Al-Azhar sekaligus penasihat Presiden Republik Arab Mesir. Kuliah umum yang beliau sampaikan kali ini bertemakan tentang Peran Al-Azhar dalam Menghadapi Radikalisme.

Syekh Usamah pertama kali menjelaskan tentang nilai rahmat yang merupakan substansi dari Islam itu sendiri. Ia menuturkan bahwa ayat pertama Ummul Kitab (Alfatihah) menyebutkan kata Ar-Rahman pada ayat pertama yaitu, bismillaahirrohmanirrohiim. Ini menunjukkan bahwa Allah menjadikan Islam sebagai agama yang penuh kasih sayang. Lalu beliau menyampaikan 3 hadis penting yang menyampaikan pesan rahmat, bentuk radikalisme dari seorang muslim, dan gambaran menjadi muslim yang baik.

Hadis pertama:

الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الارض يرحمكم من في السماء رواه الترمذي

 

Artinya: Orang-orang yang memiliki sifat kasih sayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Penyayang, sayangilah makhluk yang ada di bumi maka kalian akan disayangi makhluk yang ada di langit (HR. Tirmizi)

Syekh Usamah mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi dengan membawa misi rahmatan lil ‘aalmiin. Beliau menebarkan Islam dengan cara yang baik dan penuh rahmat dan kemuliaan. Maka sebagai umatnya harus bersikap lemah lembut dan tidak keras dalam beragama. Bersikap ramah kepada seluruh makhluk.

Hadis kedua:

عن حذيفة ان ما اتخوف غليكم رجل قرأ القرأن حتى اذا رئيت يهجته عليه و كان ردئا للاسلام غيره الى ما شاء الله فانسلخ منه و نبذه وراء ظهره و سعى على جاره بالسيف و رماه بالشرك رواه ابن جبان

Baca Juga :  Benarkah Hadis dalam Ihya Karya Imam Al-Ghazali Daif dan Palsu? Ini Kata Prof Said Agil Husin Al Munawar

Artinya: saya takut kalian akan ditimpa dengan kehadiran seorang lelaki yang membaca Alquran, sehingga apabila telah diperlihatkan kebahagiaan kepadanya sedangkan ia adalah penolong bagi Agama Islam, kemudian Allah mengubahnya sesuai kehendaknya dengan melepaskannya lalu melemparkannya (mengabaikan hamba tersebut)  kemudian ia mendatangi tetangganya sambil membawa pedang dan menuduh tetangganya melakukan perbuatan syirik (HR. Ibnu Jabban).

Lalu syekh Usamah menerangkan hadis ini dengan menyebutkan 3 sifat hamba tersebut yang pernah disabdakan oleh Rasulullah, yaitu:

Pertama, seseorang yang telah begitu akrab dengan Alquran. Ia menghapalnya, memperhatikannya, lalu menyebarkan ajaran Alquran dengan tujuan untuk mengabdi kepada Alquran sehingga seluruh manusia menganggapnya sebagai hamba yang sholih.

Kedua, lalu ia merasakan kebahagiaan karena Alquran yang telah ia hapal, ayat yang teus ia lantunkan sehingga manusia di sekitarnyapun merasakan manfaatnya. Bertambahlah kesan baik manusia kepadanya.

Ketiga, ia adalah hamba yang sangat bersemangat dalam beragama dan menjadi penolong agama.

Lalu ia berubah menjadi hamba yang keras dikarenakan pemahamannya terhadap Alquran sangat dangkal. Ia tidak memahami tafsir dan tawil dalam Alquran. kemudian melakukan penyerangan kepada orang-orang disebabkan pemahamanya yang salah dan merasa telah cukup dan paling mengerti dalam memahami ayat-ayat Allah.

Hadis Ketiga:

              يا ايها الناس اطعموا الطعام و افشوا السلام وصلوا الارحام و صلّوا بالليل و الناس نيام

Artinya:  wahai manusia, berilah makan (kepada orang lain), tebarkan salam, sambungkanlah silaturahmi, solatlah di malam hari saat manusia sedang tidur.

Islam mengajarkan ibadah yang bernilai aspek sosial seperti memberi makan kepada orang lain, menebarkan salam dan menyambung silaturahim lalu diakhiri dengan ibadah kepada Tuhan. Ini artinya ibadah yang mengandung aspek sosial sangatlah penting. Beliau juga menjelaskan bahwa setiap negara harus memiliki visi untuk mensejahterakan warganya dengan tidak membiarkan mereka kelaparan, sesuai dengan pesan dari hadis ini.

Baca Juga :  Godaan Orang Berilmu Menurut Imam Al Ghazali

Pada menit-menit terakhir Syekh Usamah menyampaikan 5 alasan penting mengapa kita perlu belajar ilmu syariat, dan ini yang menjadi misi dari Universitas Al-Azhar itu sendiri.

Pertama, memuliakan seluruh makhluk meliputi manusia, hewan dan tumbuhan. Kedua, memuliakan manusia. Ketiga, menjaga keutuhan negara. Keempat, membangun peradaban. Kelima, menambah keimanan.

Kelima poin itu diulang kembali oleh seluruh mahasiswa yang hadir agar menjadi nilai yang terus dipegang. Lalu beliau menjelaskan satu per satu dari kelima poin tersebut. Ia menuturkan bahwa sebagai muslim harus menghormati seluruh makhluk tidak hanya manusia, tapi juga hewan dan tumbuhan. Setelah itu kita juga harus menjaga keutuhan negara, menghindari perpecahan antar kelompok. Dan terakhir ia menyebutkan menambah keimanan. Poin terakhir ini yang merupakan ibadah manusia dengan Tuhan akan didapatkan jika telah memenuhi 4 poin tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here