Kultum Quraish Shihab: Puasa Meneladani Sifat Allah

0
2999

BincangSyariah.Com – Selama Ramadan, Najwa Shihab lewat platform Narasi.tv kembali mengadakan program Shihab & Shihab selama Ramadan, dengan menghadirkan ayahanda beliau sendiri, al-Ustadz M. Quraish Shihab sebagai narasumber utama. Dari video-video yang sudah diunggah selama Ramadhan.

Salah satu tema yang diangkat adalah Puasa meneladani sifat Allah. Bagaimana sifat-sifat Allah yang bisa diteladani ketika kita berpuasa ?

Abi Quraish, sapaan akrab beliau belakangan ini, memulai dengan paparan bahwa salah satu definisi tertua dari beragama itu adalah meneladani sifat-sifat Tuhan.  Definisi menurut beliau adalah definisi yang paling bisa diterima oleh banyak agamawan, apapun agama yang ia yakini. “Tuhan itu kan sifatnya indah-indah, maka kalau beragama, teladanilah sifat-sifat Tuhan. Kalau dalam khazanah Islam, ada riwayat yang mengatakan takhallaquu bi Akhlaaqillah (berperilakulah seperti perangainya Allah)”, demikian paparan Guru Besar Tafsir Al-Qur’an di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

“Lalu, meneladani sifat Tuhan pada saat berpuasa, dimana tempatnya?” sambung Abi Quraish. Berpuasa itu harus kita niatkan meneladani perilaku atau sifa-sifat Tuhan. Misalnya, kita tahu bahwa kebutuhan paling mendasar manusia sebenarnya adalah kebutuhan fa’ali (fisik/badan), seperti makan, minum, berhubungan seksual dengan pasangan. Nah, Allah terbebas dari itu semua. Maka kita belajar, niatkan, untuk meneladani sifat-sifat Allah.

Tapi, kita tahu juga bahwa berpuasa ini hakikatnya bukan hanya soal menahan hajat biologis saja, yang Tuhan tidak membutuhkan itu semua. Kita ambil contoh Allah sifatnya adalah Maha Mengetahui, maka jadikanlah berpuasa ini sebagai momen untuk mengetahui, dan mengenal sebanyak-banyaknya tentang diri kita., bermanfaat buat kita. Misalnya dengan banyak membaca Al-Qur’an, bertadarus.

Tuhan sifatnya Maha Pemaaf, maka teladanilah lewat berpuasa ini sifat pemaaf beliau. Kalau ada yang kira-kira mengarahkan kita untuk memang emosi kita maka katakanlah, “hai, saya sedang puasa. Nanti kalau sudah berbuka saya jawab!”

Tuhan punya sifat Maha Memberi, maka belajarlah lewat ibadah puasa ini untuk melakukan kedermawanan sebisa mungkin. Imam al-Ghazali pernah mengatakan bahwa sifat Allah yang ada 99, yang sering disebut sebagai Asmā al-Husnā’ itu seluruhnya bisa diteladani oleh manusia kecuali satu yaitu sifat ketuhanannya.

 

Tulisan ini diolah dari pemahaman penulis terhadap isi video berikut ini,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here