Kuliah Umum Dialog Antar Agama UNUSIA Jakarta

0
87

BincangSyariah.Com – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta menyelenggarakan kuliah umum dengan tajuk “religious dialogue in the age of resentment and rising populism” pada Jumat (08/11/2019) malam pukul 19.30 – 21.00. Pihak kampus menghadirkan dua narasumber Jeremy Jones (Direktur AIJAC, Australia), Ulil Abshar Abdalla (Dosen UNUSIA), dan Nur Munir sebagai moderator.

Ahmad Suaedy selaku dekan Fakultas Islam Nusantara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kuliah umum ini. “Dengan terselenggaranya acara ini, saya berharap mahasiswa dapat mendapatkan insight dari perspektif dialog antar agama,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi Jeremy Jones sebagai aktivis perdamaian dunia banyak bercerita bagaimana konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia mulai dari tragedi 9/11, gelombang pengungsi dari Negara-Negara konflik, dan gejala populisme di Amerika dan Eropa. Menurut Jones, kemenangan tokoh politik konservatif di Amerika Serikat, Inggris, dan India menjadi indikator bahwa dunia sedang bergeser ke arah ini.

“Kebencian atas nama apa pun tidak dibenarkan. Untuk meminimalisasi gejala ini,  pimpinan agama  punya peran amat penting. Bila pimpinan agama menyerukan kebencian maka mudah saja terjadi perpecahan,” tukasnya.

Ulil Abshar Abdalla sebagai pembicara kedua mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia selalu menyebarluaskan konsep persaudaraan (ukhuwwah). Ada tiga tipe persaudaraan: persaudaraan sesama agama (ukhuwwah Islamiyyah), persaudaraan sesama bangsa (ukhuwwah wathaniyyah), dan persaudaraan sesama manusia (ukhuwwah basyariyyah). “Kita perlu memperluas rasa persaudaraan kita yang semakin kesini semakin menyempit,” pungkas pengasuh ngaji Ihya online ini.

Mahasiswa mahasiswi UNUSIA tampak antusias. Hal ini dapat dilihat dari respon konmentar dan pertanyaan pada sesi kedua. Seperti biasa acara ini diakhiri dengan foto bersama.

Baca Juga :  Dua Golongan yang Terhalang dari Allah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here