Kronologi Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung

2
1086

BincangSyariah.Com – Pendakwah Syekh Ali Jaber mengalami peristiwa tak mengenakkan saat mengisi ceramah dalam rangkaian wisuda Tahfidz Al-Qur’an di Masjid Falahuddin, yang berada di Jalan Tamin, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Lampung, pada Minggu (13/9/2020). (Baca: Doa Saat Melihat Orang Lain Ditimpa Musibah)

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, ia mendadak ditusuk orang asing saat sedang berceramah. Akibat kejadian itu, Syekh Ali Jaber menderita luka tusuk di bahu dan harus menerima enam jahitan di bagian dalam dan empat jahitan di bagian luar. Pelaku yang berhasil ditangkap jemaah dan telah diserahkan ke pihak berwajib. Saat ini, polisi masih menyelidiki motif penusukan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengklarifikasi kebenaran atas kejadian tersebut, “Jadi benar ada kejadian penusukan dari seorang pelaku di tengah kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan dengan mengundang Syekh. Pas kegiatan itu, terjadi penusukan yang dilakukan seseorang yang tidak dikenal.”

Video yang viral menggambarkan Syekh Ali Jaber sedang berada di atas panggung dan mendadak ada seorang pria yang naik ke atas panggung lalu menusuknya. Para peserta ceramah langsung berteriak histeris.

Setelah mengalami kejadian mengagetkan tersebut, ulama dan pendakwah Syekh Ali Jaber meminta kepolisian agar bisa mengusut tuntas kasus penusukan. Beliau menduga, ada motif tertentu yang membuat dia menjadi incaran pelaku.

“Kalau urusan pribadi, saya tidak ada tuduhan, tapi secara hukum, dia (pelaku) harus diproses,” papar Syekh Ali Jaber saat berada di Rumah Hijrah Annaba, Sukarame, Minggu (13/9/2020) malam.

Beliau menambahkan, “(Pelaku) bukan orang yang, maaf, gila sembarangan. Pertama, dari segi kekuatan, badannya kurus, kecil. Tidak mungkin jika melihat tubuhnya bisa ada kekuatan sampai separuh pisau menusuk,”

Baca Juga :  Semiotika dalam Ayat-ayat Alquran

Meski demikian, Syekh Ali Jaber bersyukur sempat menengok sekilas ke arah kanan. Beberapa detik sebelum ditusuk, ia memang sedang berinteraksi dengan jemaah yang berada di sisi kiri panggung.

“Mungkin jika saya masih fokus dengan jemaah di sebelah kiri, mungkin sangat mudah dia menusuk bagian dada atau di leher. Karena dia tangan di atas, bukan menusuk ke perut,” jelas Syekh Ali Jaber. 

Penangkapan Pelaku

Pelaku langsung dibekuk di lokasi kejadian oleh para peserta ceramah. Tak butuh waktu yang lama, polisi langsung menangkap pelaku penusukan Syekh Ali Jaber. Kini, pemuda berinisal AA tersebut telah ditetapkan menjadi tersangka penusukan Syekh Ali Jaber. Motif mengapa AA menusuk Syekh Ali Jaber masih diselidiki di kantor kepolisian.

“Kita masih gali motifnya, kalau unsur pidananya sudah terpenuhi. Cuma kita masih mendalami terkait motif,” papar Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Rezky Maulana seperti dilansie detik.com pada Senin (14/9/2020).

Rezky juga mengatakan bahwa pemeriksaan awal telah dilakukan kemarin. Kepada polisi, AA mengaku menusuk Syekh Ali Jaber karena merasa dihantui.

“Iya secara logika masih apa… karena dia berawal dari halusinasi visual, kalau bahasanya dia di BAP itu dihantui oleh Syekh Ali Jaber, sebelumnya pernah ditemui setahun yang lalu, sering lihat di TV, live,” tambahnya.

Media sosial ramai membahas pelaku penusukan yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa. Pernyataan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa adalah pengakuan dari keluarga pelaku. Meski begitu, penyidikan kepolisian tetap berjalan.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan AA menjadi tersangka dan disangkakan dengan Pasal 351 tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukumannya mencapai 5 tahun penjara.

Saat ini, pelaku akan diperiksa kondisi kejiwaannya. Tim penyidik pun berkeinginan untuk meminta keterangan dari pada saksi ahli di rumah sakit jiwa Provinsi Lampung daerah Pesawaran.[]

Baca Juga :  Sejumlah Nasihat Syekh Ali Jaber: Dari Kesadaran akan Takdir dan Membangun Kontak Batin dengan Nabi Muhammad

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here