Kriteria Hewan Darat yang Haram Dimakan

0
525

BincangSyariah.com – Kriteria hewan darat yang haram dimakan sudah dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka. Kriteria hewan darat yang haram dimakan sebagai berikut.

Pertama, diharamkan oleh syariat melalui nash Alquran atau hadis Nabi saw. Misalnya, daging babi. Dalam surah Al Maidah ayat 3, Allah berfirman;

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالْدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلاَّ مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُب

“Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang di sembelih atas nama selain Allah, hewan yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas kecuali kalian sempat menyembelihnya dan hewan yang disembelih untuk berhala.”

Kedua, tidak layak dikonsumsi menurut penilaian thiba’us salimah atau tabiat dan akal sehat. Setiap hewan yang dinilai menjijikkan menurut tabiat dan akal sehat, maka hukumnya haram dimakan, seperti kalajengking, kutu busuk, dan lainnya. Dalam surah Al A’raf: 157, Allah berfirman;

وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ

“Dan Allah mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.”

Ketiga, hewan buas yang bertaring. Melalui taringnya tersebut, ia memangsa makanan dan menyerang musuhnya, seperti harimau dan lainnya. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, Nabi saw. bersabda;

كُلُّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ

“Semua binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.”

Keempat, hewan jenis burung yang memiliki kuku tajam dan kuat. Melalui kuku tersebut, ia memangsa makanan dan menyerang musuhnya, seperti elang dan lainnya. Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas, dia berkata;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ وَ عَنْ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ

Baca Juga :  Tiga Tingkatan Ikhlas

“Sesungguhnya Nabi saw. melarang ketika perang Khaibar untuk memakan semua burung yang mempunyai kuku panjang dan setiap binatang buas yang bertaring.”

Kelima, binatang yang diperintah untuk dibunuh, seperti tikus dan lainnya. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Sayidah Aisyah, Nabi saw. bersabda;

خَمْسٌ فَوَاسِقُ يُقْتَلْنَ فِي الحل الْحَرَمِ الْفَأْرَةُ وَالْعَقْرَبُ وَالْحُدَيَّا وَالْغُرَابُ وَالْكَلْبُ الْعَقُورُ

“Lima binatang jahat boleh dibunuh, baik di tanah halal atau haram, yaitu tikus, kalajengking, burung buas, gagak, dan anjing galak.”

Keenam, binatang yang dilarang untuk dibunuh, seperti lebah dan lainnya. Dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dari Ibnu Abbas, dia berkata;

إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ قَتْلِ أَرْبَعٍ مِنَ الدَّوَابِّ النَّمْلَةُ وَالنَّحْلَةُ وَالْهُدْهُدُ وَالصُّرَدُ

“Sesungguhnya Nabi saw. melarang membunuh empat jenis binatang, yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung shurad (sejenis burung gereja).”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here