Kosmetik Mengandung Plasenta, Halal atau Haram?

1
657

BincangSyariah.Com – Saat ini ada sebagian kosmetik yang berbahan dasar plasenta manusia atau ari-ari. Konon, kosmetik yang berbahan plasenta ini salah satu fungsinya adalah bisa memutihkan kulit dan memuluskan tubuh. Namun bagaimana hukum menggunakan kosmetik yang mengandung plasenta ini?

Menggunakan kosmetik yang berbahan dasar plasenta hukumnya tidak boleh, bahkan haram.  Hal ini karena plasenta dikategorikan sebagai bagian dari tubuh bayi yang tidak boleh dimanfaatkan untuk apapun kecuali dalam keadaan darurat. Dalam Islam, ia termasuk bagian tubuh yang dimuliakan sebagaimana tubuh bayi yang lain.

Dalam kitab Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Syaikh Wahbah Az-Zuhaili menegaskan bahwa semua bagian tubuh manusia tidak diboleh dimanfaatkan, seperti rambut, kuku dan lainnya. Karena plasenta termasuk bagian dari anggota tubuh bayi, maka ia juga tidak boleh dimaanfaatkan untuk bahan kosmetik atau lainnya. Beliau berkata;

ولأنه يحرم الانتفاع بشعر الآدمي وسائر أجزائه لكرامته، بل يدفن شعره وظفره وسائر أجزائه

“Juga karena sesungguhnya haram memanfaatkan rambut manusia dan seluruh bagian tubuhnya karena kemualian manusia tersebut. Akan tetapi rambut, kuku dan seluruh bagian tubuhnya ditanam di dalam tanah.”

Melalui keterangan ini, tidak boleh memanfaatkan ari-ari sebagai kosmetik, obat atau lainnya kecuali dalam keadaan darurat. Dalam Islam, ari-ari bayi dianjurkan untuk ditanam di dalam tanah. Namun jika dibuang tanpa dikubur hukumnya boleh, tidak masalah. Meski demikian, sebaiknya dikuburkan untuk menghormati bagian tubuh manusia, bukan dibuang apalagi diekstrak untuk dijadikan kosmetik.

Hal ini sebagaiaman dikatakan oleh Imam Ar-Romli dalam kitab Nihayatul Muhtaj berikut;

وَيُسَنُّ دَفْنُ مَا انْفَصَلَ مِنْ حَيٍّ لَمْ يَمُتْ حَالًا أَوْ مِمَّنْ شُكَّ فِي مَوْتِهِ كَيَدِ سَارِقٍ وَظُفْرٍ وَشَعْرٍ وَعَلَقَةٍ ، وَدَمِ نَحْوِ فَصْدٍ إكْرَامًا لِصَاحِبِهَا

Baca Juga :  Benarkah Peristiwa Isra Mi’raj Buktikan Allah Bertempat di Langit?

“Disunahkan menguburkan bagian yang terpisah dari orang hidup yang tidak mati seketika atau bagian tubuh yang terpisah dari orang yang diragukan kematiannya seperti potongan tangan pencuri, kuku, rambut dan segumpal darah serta darah yang keluar dari semacam bekam demi memuliakan pemilik potongan tubuh tersebut.” Wallahu A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here