Bincangsyariah.Com- Ramadhan tidak hanya bulan diwajibkannya berpuasa satu bulan penuh, tetapi Ramadhan juga bulan yang di dalamnya kitab suci al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana firman Allah Swt. “Bulan Ramadhan adalan (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang bathil). (QS: al-Baqarah/185).

Adapun tanggal (persis) turunnya al-Qur’an masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama’.

Pendapat pertama mengatakan bahwa al-Qur’an turun pada tanggal 17 Ramadhan. Ibn Isḥāq (w. 150 H.) pakar sejarah Islam merupakan salah satu ulama’ yang berpendapat demikian. Dalilnya adalah ayat 41 surah al-Anfāl. “Apabila kalian beriman kepada Allah dan kepada sesuatu yang kami turunkan kepada Hamba Kami pada hari Furqān yaitu hari pertemuan dua pasukan.”

Menurut Ibn Ishāq, hari bertemunya dua pasukan –muslimin dan musyrikin- itu adalah hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Dan yang disebut Furqan adalah hari ketika al-Qur’an diturunkan pertama kali. Kedua hari itu bertepatan pada hari Jum’at tanggal 17 Ramadhan, meskipun tahunnya tidak sama.

Dan pendapat Ibn Ishāq tersebut diikuti oleh Muhammad al-Khuḍārī dalam kitabnya Tārikh al-Tasyrī’ al-Islāmī yang banyak diajarkan di Pesantren-pesantren dan perguruan-perguruan Tinggi Islam di Indonesia dan nyaris tidak pernah ada kritik sama sekali. Sehingga pendapat bahwa al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad pada tanggal 17 Ramadhan berkembang di Indonesia.

Sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa al-Qur’an turun pada tanggal 24 Ramadhan. Ibn Katsir dalam kitab al-Sirah al Nabawiyyahnya mengatakan: “oleh karena itu banyak dari kalangan shahabat dan tabi’in menganggap malam lailatul Qadar jatuh pada tanggal 24 Ramadhan.”

Dalil pendapat kedua ini adalah hadis yang disampaikan oleh Watsīlah bin al-Asqa’. “Rasulullah Saw. bersabda: “Lembaran-lembaran Ibrahim diturunkan pada hari pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada hari keenam bulan Ramadhan. Injil diturunkan pada hari ketiga belas bulan Ramadhan. Sedangkan al-Qur’an diturunkan pada hari kedua puluh empat bulan Ramadhan.”

Baca Juga :  Hukum Gosok Gigi Ketika Berpuasa

Hadis ini diriwayatkan oleh tiga imam Hadis, yaitu Aḥmad bin Ḥanbal dalam kitabnya al-Musnad, al-Ṭabrānī dalam kitabnya al-Mu’jam al-Kabīr, dan al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab al-Imān.

Menurut Jalāl al-Dīn al-Suyūṭī, hadis ini nilainya Ḥasan. Dan dalam disiplin ilmu hadis, hadis Ḥasan dapat dijadikan ḥujjah. Salah satu ulama’ Indonesia yang mengikuti pendapat ini adalah Ali Mustafa Ya’qub (almarhum).

Menurutnya masalah kapan al-Qur’an turun adalah masalah sejarah yang memerlukan riwayat dengan sanad (transmisi) yang shahih, sedangkan pendapat Ibn Ishaq (pendapat pertama) itu hanya melalui analisis (ijtihad) saja.

Sedangkan menurut imam al-Baihaqi, maksud hadis watsilah tersebut adalah turunnya al-Qur’an secara global yakni turunnya al-Qur’an dari Lauh Mahfudz ke langit dunia.

Dan pendapat berikutnya adalah pendapatnya Shafiyur Rahman al Mubarakfuri dalam kitab al-Rahiq al-Makthtum. Ia mengatakan bahwa al-Qur’an diturunkan pada tanggal 21 Ramadhan, bertepatan pada 10 Agustus 610 Masehi, dan pada saat itu Nabi Saw. berumur 40 tahun lebih 6 bulan 12 hari.

Menurut perhitungan ilmiyahnya pada bulan Ramadhan ketika turunnya al-Qur’an tersebut tidak cocok hari senin kecuali pada tanggal 7, 14, 21 atau 28. Sedangkan lailatul Qadar itu jatuh di malam ganjil pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Oleh karena itu jelas bahwa turunnya al Qur’an tepat di tanggal 21 Ramadhan.

Demikian ketiga pendapat penanggalan turunnya Al-Qur’an. Perbedaan ini sangat wajar karena al-Qur’an hanya menyebutkan bulan Ramadhan saja, tidak disertai tanggalnya.

Namun jika melihat dari ketiga pendapat diatas, pendapat pertama dan ketiga lebih cenderung menggunakan ijtihad dari pada menggunakan riwayat hadis sebagaimana pendapat kedua lakukan.

Tetapi hal yang seharusnya lebih diperhatikan lagi ketika memperingati Nuzulul Qur’an adalah instopeksi diri sudahkah kita mengamalkan isi al-Qur’an? Allahu ‘alam bi al-shawab***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here