BincangSyariah.Com – Ada sebagian umat Islam yang beranggapan bahwa umat Islam yang berani memberantas kemaksiatan dialah yang sudah menegakkan amar makruf nahi mungkar. Namun, amar makruf yang dilakukan dengan cara sweeping terhadap tempat-tempat kemaksiatan itu tidak jarang berujung anarkis.

Sebagian mereka melakukan hal tersebut karena berdalih atas hadis Nabi yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Said al-Khudri yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده، فإن لم يستطع فبلسانه، فإن لم يستطع فبقلبه، وذلك أضعف الإيمان  (رواه مسلم)

Artinya: barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka perbaikilah dengan kekuasaanmu. Jika tidak mampu, boleh dengan ucapan atau hati. Yang terakhir ini termasuk selemah-lemahnya iman (HR Muslim).

Terkait kewenangan amar makruf nahi mungkar ini, Ibnu Asyur, Pakar Maqashid Syariah Tunisia, menjelaskan secara mendetail ayat-ayat yang berkaitan dengan amar makruf nahi mungkar. Menurutnya, tugas tokoh masyarakat hanyalah mengajak dan menjelaskan antara yang makruf dan mungkar, bukan menghakimi orang yang diajaknya.

Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa hadis yang menyatakan, “Jika di antara Anda melihat kemunkaran, maka cegahlah menggunakan kekuasaannya, atau cukup diajak, atau cukup diinkari dalam hati, dan inilah iman yang terlemah, (H.R. Muslim)” ditujukan kewenangannya untuk pemerintah, bukan individu atau sekelompok organisasi masyarakat. Hal ini, menurutnya, untuk menghindari timbulnya anarkisme dalam berdakwah yang mencoreng nama Islam.

Masih menurut Ibnu Asyur yang juga menyebutkan bahwa sahabat Nabi, Muaz bin Jabal, yang diutus menjadi dai ke Yaman untuk lebih banyak mengajak pada kebaikan, daripada melarang kemunkaran yang dilakukan masyarakat Yaman.

Memang betul, melarang seseorang melakukan perbuatan maksiat juga bagian dari dakwah. Namun, hal tersebut perlu disampaikan secara santun dan tidak anarkis. Sehingga, masyarakat merasa nyaman dengan dakwah yang kita lakukan, baik sifatnya mengajak kebaikan atau melarang kemungkaran

Baca Juga :  Hindari Sifat Tamak agar Imanmu Selamat

Oleh karena itu, tugas dai itu hanyalah menyampaikan nilai-nilai positif di masyarakat dan mengajak masyarakat menjadi lebih baik, bukan menyalah-nyalahkan dan menyudutkan orang lain yang kebetulan masih melakukan kemaksiatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here