KOMUJI: Hijrah, Musisi Tetap Harus Bertanggung Jawab dengan Musiknya

1
213

BincangSyariah.Com – Komunitas Musisi Jakarta (KOMUJI) Jakarta mengadakan buka puasa bersama untuk kali pertamanya pada Sabtu, (24/05).Di acara itu, mereka mengundang penceramah untuk mengkaji agama sambil diselingi musik akustik.

Kikan Eks Cokelat, Ketua KOMUJI Jakarta menjelaskan bahwa pada mulanya KOMUJI berangkat dari kegelisahan teman-teman musisi di Bandung yang sering mengkaji musik dan agama yang akhirnya terbentuklah Komunitas Musisi Mengaji yang digagas oleh Alga Indira dan Egi Fauzi.

Kikan berharap, KOMUJI bisa menjadi wadah bersama tanpa melihat perbedaan dan mengkaji agama bersama tanpa merasa benar sendiri.

“Berbeda itu biasa kita belajar bersama-sama, karena buat kami toleransi itu penting dan yang paling penting di komuji ini adalah untuk tidak merasa benar sendiri,” ungkap Kikan dalam sambutannya mengawali acara kajian Ramadhan dengan tema; Beriman Tanpa Rasa Takut.

Sementara Alga Indiri, Pendiri KOMUJI sekaligus Vokalis The Panasdalam Band mengatakan, adakalanya musik bisa menjadi hal yang baik jika digunakan dengan baik. Musik bisa digunakan untuk mengajak kepada kebaikan.

Sehingga menurut Alga, seorang musisi tetap harus bertanggungjawab dengan musiknya, jangan menghilang begitu saja. Sebab seorang musisi yang berbaik akan membuat musik yang baik yang bisa membawa hati penikmatnya menangis dan menyadari kebesaran-Nya.

“Jangan menghilang begitu saja, musisi harus bertanggungjawab dengan musiknya,” ungkap Alga yang saat itu memandu jalannya acara.

Turut hadir mengisi pengkajian Buka Bersama KOMUJI, di antaranya Habib Husein Ja’far Al-Hadar (Pengasuh Channel Jeda Nulis), Ngatawi Al-Zastrow (Budayawan) dan Muhammad Ibnu Sahroji (Ustadz Gaes).

Baca Juga :  Aman Abdurrahman Divonis Hukuman Mati, Layakkah Disebut Syahid?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here