Kitab Mawa’idh al-Ushfuriyyah; Keutamaan Orang yang Sabar Saat Sakit

0
287

BincangSyariah.Com – Salah satu nikmat yang sering dilupakan manusia adalah nikmat sehat. Kebanyakan mereka baru sadar akan berharganya sehat ketika sudah sakit. Penyesalan akan muncul bersamaan dengan penyakit yang diderita.

Kita dilarang mengkonsumsi barang-barang haram, seperti minuman keras, narkoba, dan lain sebagainya, bukan tanpa tujuan. Itu semua dimaksudkan agar kesehatan kita terjaga dan kerusakan jiwa bisa terhindari. Banyak dari mereka yang sadar setelah diserang penyakit akibat ulah mereka sendiri.

Kata dokter, sehat itu mahal. Buktinya, saat sakit, kita pasti akan berobat hingga sembuh. Biaya pengobatan untuk sakit ringan, mungkin hanya puluhan ribu. Tapi ketika sakitnya tergolong penyakit berat, apalagi sudah parah, maka bisa puluhan, bahkan sampai ratusan juta biaya pengobatannya.

Oleh karena itu, kita harus banyak bersyukur atas nikmat sehat yang telah diberikan oleh Allah Swt. Kita gunakan sebaik mungkin waktu sehat yang dimiliki. Adapun saat sakit, kita tidak perlu menyesalinya. Cukup bersabar menerima ujian sakit. Karena sejatinya sehat dan sakit adalah ujian dari Allah Swt. pada makhluk-Nya. Bisakah kita bersyukur atas nikmat sehat, dan bisakah kita bersabar saat sakit.

Dalam hadits yang ketujuh belas, Imam Muhammad Bin Abu Bakar mencantumkan tiga hadits yang berkaitan dengan pahala orang sakit. Pertama, 

diriwayatkan dari Abu Umamah Al-Bahili, bahawa Rasulullah Saw. bersabda,

اذا مرض العبد المؤمن امر الله تعالى الملائكة ان اكتبوا لعبدي احسن ما كان يعمل في الصحة والرخاء

Ketika seorang mukmin sakit, maka Allah Swt. memerintahkan malaikat-Nya untuk mencatat paling baiknya amalan orang tersebut sebagaimana di waktu sehat dan bahagia.

Dalam artian, jika kita sabar menerima cobaan sakit, maka Allah Swt. tetap akan mencatat ibadah seperti waktu sehat. Karena biasanya saat orang sakit, intensitas dan konsentrasi ibadahnya berkurang. Namun, sebagai bentuk kasih sayang Allah Swt. pada hamba-Nya, Dia tetap memerintahkan malaikat untuk mencatat sebagaimana waktu sehat. Wallahua’lam.

Kedua, Rasulullah Saw. juga bersabda,

Baca Juga :  Gus Baha' dan Peci Putih

اذا مرض العبد المؤمن والامة المؤمنة بعث الله تعالى اليه اربعة من الملائكة قبل المرض فيأمر الله تعالى احدهم ان يأخد قوته فيأخذها بامر الله تعالى فيضعف ويأمر الثاني ان يأخذ لذة الطعام من فمه ويأمر الثالث ان يأخذ نور وجهه فيكون مصفر الوجه ويأمر الرابع ان يأخذ جميع ذنوبه فيكون طاهرا من الذنوب

Saat orang mukmin atau mukminah sakit, maka Allah Swt. mengutus 4 malaikat sebelum ia jatuh sakit. Allah memerintahkan yang pertama untuk mencabut kekuatannya, sehingga ia menjadi lemah. Yang kedua diperintahkan untuk mencabut nafsu makannnya. Yang ketiga diperintahkan untuk mencabut rona wajahnya. Yang keempat diperintahkan untuk mencabut semua dosanya.

Jadi, ada empat hal yang diambil oleh Allah Swt. dari orang yang sakit. Pertama, kebugaran fisiknya. Orang yang sakit pasti badannya terasa lemas, lemah, dan loyo. Seakan-akan tidak memiliki gairah hidup. Maklum saja, Allah Swt. sudah mengambilnya terlebih dahulu.

Kedua, nafsu makan berkurang. Karena Allah Swt. sudah mengambilnya untuk sementara. Biasanya, ketika kita sakit, selalu ditawari makanan yang enek dan lezat,  namun tetap saja kita tidak bernafsu. Semua makanan dan minuman terasa sama, sama-sama pahit.

Ketiga, wajah orang yang sakit menjadi pucat. Percuma ia pakai make up merk apapun, wajahnya tetap akan kelihatan pucat. Karena rona wajahnya dihilangkan untuk sementara oleh Allah Swt.

Keempat, semua dosanya diambil oleh Allah Swt. Jadi, wajar doa orang sakit termasuk doa yang mustajab, karena dia sendiri lagi suci dari dosa.

Keempat hal tersebut akan dikembalikan lagi pada orang yang sakit ketika sudah dikehendaki sembuh oleh Allah Swt., kecuali yang terakhir, yakni dosa-dosa orang sakit. Allah Swt. tidak mengizinkan malaikat mengembalikan dosanya pada mereka yang sakit. Cukup kekuatan, nafsu makan, dan rona wajahnya yang dikembalikan lagi. Dalam lanjutan hadits di atas, Rasulullah Saw. bersabda,

Baca Juga :  Hadis-hadis Keutamaan Sabar ketika Mendapatkan Musibah

فاذا اراد الله ان يشفيه يأمر الله تعالى الملك الذي اخذ قوته بان يدفعها اليه ويأمر الملك الذي اخذ لذة الطعام بان يدفعها اليه ويأمر الملك الذي اخذ نور وجهه بان يدفعها اليه ولا يأمر الملك الذي اخذ ذنوبه بان يدفعها اليه

Ketika Allah Swt. berkehendak memberikan kesembuhan padanya, maka Dia memerintahkan malaikat yang mengambil kekuatannya untuk mengembalikan padanya, Yang bertugas mengambil nafsu makan, untuk mengembalikan padanya, Yang bertugas mengambil raut wajahnya, untuk mengembalikannya juga. Tetapi Dia tidak memerintahkan malaikat yang mengambil dosanya untuk mengembalikanya lagi padanya.

Malaikat yang terakhir kebingungan, mengapa yang lain diperintah untuk mengembalikan apa yang mereka ambil sedang ia tidak. Allah Swt. berfirman padanya,

لا يحسن من كرمي ان امرك ان ترد ذنوبه بعد ما اتعبت نفسه في المرض

Tidak pantas bagiku memerintahkanmu untuk mengembalikan dosanya setelah Aku buat dia payah di waktu sakit.

Malaikat yang keempat ini bertanya lagi, “lalu mau dibagaimanakan dosa fulan ini Ya Allah?” Allah Swt. memerintahkannya untuk melemparkan dosa orang sakit ke lautan. Dari dosa tersebut, Allah Swt. jadikan kepiting laut. Wallahua’lam.

Ketiga, Rasulullah Saw. bersabda,

حمى يوم وليلة كفارة سنة

Sakit panas selama sehari-semalam dapat menjadi penebus dosa setahun.

Sakit panas hanya sebagai contoh, sakit yang lain pun jika dihadapi dengan sabar juga akan menjadi penebus dosa. Wallahua’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here