Khutbah Jumat Hari Santri Nasional 2020: Semangat Santri Menjadi Garda Terdepan Melawan Covid 19

0
5

BincangSyariah.Com – 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Khutbah I

اَلْحَمْدُ ِللهِ الْحَمْدُ ِللهِ الذی وَكَفٰى ، وَسَلاَمٌ عَلٰى عِبَادِهِ الَّذِيْنَ اصْطَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلا ّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ اللهِ, اُوْصِيْكُمْ وَاَيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

اَللّٰهُمَّ اَصْلِحْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَفَرِّجْ عَنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَارْحَمْ اُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وَانْشُرْ وَاحْفَظْ نـَهْضَةَ الْوَطَنِ فِى الْعَالَمِيْنَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. اَمَّا بَعْدُ

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Marilah kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kepada kita nikmat iman, nikmat islam, dan nikmat kehidupan serta kesehatan meskipun saat ini kita masih berada dalam situasi pandemi COVID 19. Shalawat beserta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW. Nabi seluruh ummat, Nabi yang mengajarkan manusia untuk hidup seimbang dalam segala sesuatu. Nabi yang mengajarkan kita untuk hidup bersih, hidup sehat, dan hidup dengan bersahaja. Nabi yang bukan hanya memberikan perintah, namun juga memberikan suri tauladan. Tidaklah pernah kita melihat sesosok manusia yang amat sangat sehat kecuali pada diri Rasulullah SAW. Seumur hidup beliau tidak pernah sakit kecuali demam menjelang wafat beliau. Beliau bahkan pernah diracun oleh musuh beliau namun tetap bertahan. Beliau bahkan pernah ditantang adu gulat dengan orang yang secara fisik kelihatannya jauh lebih besar dan kuat dari beliau. Beliau menang. Namun tentu saja, kesehatan dan kekuatan beliau tersebut bukanlah untuk kesombongan, namun sebagai pelajaran bagi ummatnya agar tetap menjaga kesehatan dan kebugaran.

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Tidaklah lupa, izinkanlah kami yang dloif ini juga memberikan wasiat khususnya kepada diri kami pribadi dan umumnya kepada segenap hadirin, agar senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan makhluk dan tidak meninggalkan perhatian sedikitpun pada segala apa yang Dia ciptakan. Di dalam Alquran Allah SWT berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسْتَحْىِۦٓ أَن يَضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرًا وَيَهْدِى بِهِۦ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلْفَٰسِقِينَ

Baca Juga :  Pendidikan Membutuhkan Tirakat

Innallāha lā yastaḥyī ay yaḍriba maṡalam mā ba’ụḍatan fa mā fauqahā, fa ammallażīna āmanụ fa ya’lamụna annahul-ḥaqqu mir rabbihim, wa ammallażīna kafarụ fa yaqụlụna māżā arādallāhu bihāżā maṡalā, yuḍillu bihī kaṡīraw wa yahdī bihī kaṡīrā, wa mā yuḍillu bihī illal-fāsiqīn

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik”,

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Ayat diatas diturunkan dalam menyikapi orang-orang munafik dan orang-orang musyrik yang mencibir kepada Nabi Muhammad. Mereka merasa aneh bagaimana mungkin terdapat sebuah ayat dalam kitab suci yang menyebut nama-nama binatang yang lemah dan hina dina seperti lalat maupun laba-laba sebagai sebuah perumpamaan. Ayat ini menegaskan bahwa sesungguhnya Allah tidak merasa segan atau malu untuk membuat perumpamaan bagi sebuah kebenaran dengan seekor nyamuk atau kutu yang sangat kecil, atau bahkan yang lebih kecil dari itu. Termasuk bakteri, kuman, virus dan sebagainya semua adalah ciptaan Allah yang pasti memiliki peran yang tidak sia-sia dalam kehidupan ini.

Bahkan yang kita khawatirkan saat ini, yang membuat heboh seisi dunia saat ini, nyatanya adalah ciptaan Allah yang amat sangat kecil, yakni virus COVID 19 yang bahkan tidak bisa ditangkap secara langsung oleh mata telanjang kita. Maka apakah kita masih akan menyepelekan ciptaan Allah apapun bentuknya itu?

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Tanpa terasa, sudah 10 bulan dunia panik menghadapi COVID 19, sejak pertama kali kasusnya di Wuhan, China. Di negara kita sendiri, sudah 8 bulan kita berperang melawan virus ini. Segala upaya sudah dilakukan baik oleh pemerintah maupun rakyat dalam menanggulangi penyebaran virus ini. Kebiasaan untuk hidup bersih dan sehat terus menerus disosialisasikan. Menjaga jarak, membiasakan cuci tangan, hidup bersih, dan pola hidup sehat adalah beberapa point yang dipercaya bisa dijadikan sebagai upaya untuk meminimalisir penyebaran virus ini.

Tentunya kita harus berterimakasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada tim medis sebagai garda terdepan dalam memerangi virus ini. Merekalah yang mempertaruhkan segalanya untuk merawat para pasien yang terinveksi COVID 19 ini. Kita juga harus berterimakasih kepada semua pihak yang telah bahu membahu, saling tolong menolong dalam suasana pandemi ini.

Baca Juga :  Buku Kiat Sukses Ramadan ala Rasulullah Dibedah di UIN Jakarta

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Salah satu komponen masyarakat yang cukup penting dan bisa menjadi kunci kesuksesan negara kita dalam memerangi COVID 19 adalah santri. Sebagaimana kita ketahui, di negeri ini, sebutan santri kita sematkan kepada mereka yang memfokuskan diri untuk mempelajari ilmu agama di berbagai pesantren. Hal itu semata untuk mengikuti perintah Allah SWT dalam QS. At-Taubah [9]: 122,

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja’ū ilaihim la’allahum yaḥżarụn

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”.

Dalam suasana semacam ini, sudah sepantasnya apabila kita memberikan harapan yang lebih kepada kaum santri untuk melaksanakan apa yang telah Allah perintahkan, yakni “memberikan peringatan” kepada kaumnya tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan dalam rangka menanggulangi penyebaran virus COVID 19.

Kaum santri memiliki tanggungjawab besar untuk mensosialisasikan kepada bangsa Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim, bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan hidup bersih, bahkan dikatakan bersih adalah sebagian dari iman. Di akhirat nanti yang berhak masuk surga adalah orang-orang yang selalu menjaga kebersihan lahir maupun batin. Perhatikan hadits Nabi Muhammad SAW:

اَلاِسْلاَمُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْافَاِنَّهُ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ اِلاَّ نَظِيْفٌ

”Agama Islam itu adalah agama yang bersih, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih.” (HR. Al Baihaqi)

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Eksistensi santri sebagai bagian yang penting dari bangsa Indonesia telah mendapatkan pengakuan dengan dikukuhkannya tanggal 22 Oktober sebagai “Hari Santri Nasional”. Tentunya kita ingat, mengapa tanggal 22 Oktober ini dipilih sebagai hari santri, ialah karena dulu, pada tanggal yang sama, KH Hasyim Asyari beserta ulama lainnya menjadikan 22 Oktober sebagai momentum dalam mengeluarkan Resolusi Jihad, sebuah komitmen dari para ulama dan santri untuk mempertahankan kemerdekaan, dan mengusir pasukan penjajah kolonial dari bumi Indonesia ini.

Apabila dahulu negeri ini berperang dengan penjajahan kolonial, maka saat ini negeri kita sedang berperang melawan virus COVID 19 yang membahayakan itu. Sekali lagi peran santri amat sangat diperlukan sebagai garda terdepan khususnya untuk mensosialisasikan cara hidup yang bersih dan sehat ala Rasulullah SAW, panutan kita semua.

Baca Juga :  Bahaya Tidur Setelah Shubuh menurut Islam

Sesuai dengan tema hari santri tahun ini, yakni “Santri sehat, Indonesia kuat”, kaum santri harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa santri mampu menjadi suri tauladan bagaimana hidup yang bersih dan sehat di tengah masa pandemi ini. Semestinya, bagi santri, hal itu tidaklah berat, mengingat santri terbiasa dengan literatur yang menunjukkan cara hidup Rasulullah SAW. Terbiasa berwudlu merupakan perwujudan dari kebiasaan cuci tangan bahkan lebih. Pola makan seimbang dan sederhana yang biasa santri praktikkan di pesantren merupakan perwujudan dari pola hidup sehat yang dianjurkan oleh pemerintah dalam menangani penyebaran virus COVID 19 ini. Ditambah lagi dengan hal-hal lain khas pesantren yang bisa menjadi pendukung keseimbangan hidup sehat di tengah pandemi ini.

Hadirin sidang jum’at yang dirahmati oleh Allah SWT

Akhirnya, kita sama-sama berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan kehidupan bisa berjalan normal kembali seperti sedia kala. Bisa beribadah dengan tenang, bekerja dengan tenang, dan belajar dengan tenang serta beraktifitas dengan tenang dan produktif.

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْفَا ئِزِيْنَ الْآمِنِيْنَ, وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِيْ زُمْرَةِ الصَّا بِرِيْن. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّا حِمِيْنَ.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلهِ حَقَّ حَمْدِه, حَمْدًا يُوَفِيْ نِعَمَهُ وَيُكَا فِئُ مَزِيْدَه, أَشْهَدُ أَنْ لآإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِ وَأَصْحَابِه, وَعَلَى السَّائِرِالَّذِيْنَ أَطَاعُ اللهَ وَرَسُوْلُه, صَلِّ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا, أمَّا بَعْدُ, أَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَا تِهِ وَلاَ تَمُوْ تُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ أَنَّ اللهَ تَعالَى صَلَّ عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا وَبَدَأَ بِنَفْسِهِ تَعْلِيْمًا, وَ قَالَ عَزَّ وَجَلَّ, إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي, يَآآَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا, اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد, وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّا بِعِيْنَ أجْمَعِيْن, وَاجْعَلْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّا حِمِيْن, اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِماتِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر, رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبَّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ, رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ, اللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ جَاهَدَ فِيْ سَبِيْلِكَ, وَإِعْلاَءِ كَلِمَتِكَ بِنَصْرٍ مُّبِيْن, رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَكُلَّ عِبَادَتِنَا وَمَا كَا نَتْ عِبَا دَتُنَ إِلاَّ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ, رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد, سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here