Khutbah Jumat 2021: “Esensi Isra dan Mikraj adalah Perintah Salat”

0
36

BincangSyariah.Com – Berikut ini adalah teks khutbah Jumat berjudul “Esensi Isra dan Mikraj adalah perintah salat”

Khutbah Pertama

إنَّ الحَمدَ لله نحمدُهُ ونستعينهُ ونستهديهِ ونشكرُهُ ونعوذُ بالله من شرورِ أنفسِنَا ومن سيئاتِ أعمالنا، مَن يهدِ الله فلا مُضِلَّ لهُ ومن يُضلِل فلا هاديَ له، وأشهدُ أنْ لا إلـهَ إلا الله وحدَهُ لا شريكَ لهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ ونَصَرَ عَبْدَهُ وأعَزَّ جُنْدَهُ وهَزَمَ الأحزابَ وَحْدَهُ، وأشهدُ أنَّ سيّدَنا وحَبيبَنا وقائِدَنا وقُرَّةَ أَعْيُنِنا محمّدًا عبدُ الله ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحبيبُهُ، صلَّى الله وسلَّمَ عليهِ وعلى كلّ رسولٍ أَرْسَلَهُ. أمّا بعدُ عبادَ الله فإنّي أوصيكُمْ ونفسي بِتَقوَى الله العظيمِ القائِلِ في مُحْكَمِ كتابِهِ: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾ [سورة ءال عمران]

Ungkapan rasa syukur selalu kita ucapkan pada Allah yang telah memberikan kepada kita kesehatan dan kesempatan, sehingga kita bisa berkumpul untuk melaksanakan ibadah salat Jumat. Syukur adalah rasa terima kasih seorang Hamba kepada Tuhannya. Dan lebih dari itu, syukur hakikatnya adalah kesadaran diri.

Salawat kita haturkan keharibaaan nabi yang sangat mulia. Seorang manusia yang memiliki sumbangsih besar pada dunia. Manusia pertama yang memperkenalkan Hak Asasi. Seorang Rasul yang baik akhlak dan perilakunya. Seorang manusia sejati, yang mengajarkan kepada manusia untuk memuliakan manusia. Dialah Baginda Nabi, Muhammad SAW. Akhlak tauladan Rasul tampaknya, sangat penting untuk direnungi manusia modern saat ini.

Dengan lafaz:

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad

Sebagai khatib, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi kami secara pribadi untuk mengajak kita semua, mari sama-sama kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Hanya dengan Iman dan takwa hidup akan bahagia dunia dan akhirat kelak.

Saya ingin mengingatkan kita nasehat Lukman Al-Hakim;

“ wahai anak ku sesungguhnya dunia adalah lautan yang sangat dalam. Banyak manusia terjebak dan tenggelam di dalamnya., maka jadikanlah iman sebagai sampan, takwa kepada Allah sebagai layar agar engkau tak tenggelam dalam gemerlap lautan dunia ini”

Kami juga tak bosan-bosan mengajak kepada kita untuk selalu menjaga kebersihan, karena kita masih dalam keadaan pandemi Covid 19. Jangan lupa 3 M; Menjaga jarak, Memakai masker, dan Mencuci tangan.

Untuk tema khutbah Jumat pada kesempatan kali ini adalah Khutbah Jumat 2021: “Esensi Isra dan Mikraj adalah Perintah Salat”.

Saudara Pendengar Khutbah Jumat yang berbahagia

Pada saat ini kita sedang berada dalam bulan Rajab. Bulan sangat mulia. Dari sejarah kita bisa tahu pelbagai kisah menarik dalam bulan ini. dari tarikh Islam kita bisa melihat ke belakang, betapa Rasul sangat berduka cita pada bulan Rajab. Istri tercinta yang mendampingi beliau meninggal. Siti Khadijah terkubur berkalang tanah.

Untuk menghibur Rasul, dalam Alquran dicantumkan kisahnya, Allah memerintahkan Nabi untuk Isra’ dan Mikraj. Dalam Alquran Q.S al-Isra’ ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya: Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Peristiwa isra’ dan mikraj menuai pro dan kontra di kalangan umat Islam. Ada yang percaya, ada pula yang mentafsir lain peristiwa ini. Namun, bagi khatib pribadi, yang menarik dibahas  dalam khutbah jumat kali ini adalah hikmah terbesar dari Isra dan mikraj.

Saudara sedang pendengar Khutbah Jumat yang berbahagia

Hikmah terbesar dalam Isra dan Mikraj adalah perintah salat. Esensi dasar perintah  isra’ dan mikraj adalah salat.  Betapa sangat berartinya salat? Untuk  perintah salat ini, Allah secara langsung memanggil Nabi, tak ingin ada perantara. Yang biasanya diterima dari jibril. Sedangkan dalam salat ini, Allah langsung memanggil Muhammad, untuk diberikan salat.

Lebih lanjut, untuk menerima salat, Rasul melakukan perjalanan antar dimensi. Ia menempuh antar galaksi. Sebuah perjalanan melintasi dimensi langit. Perjalanan yang luar biasa.  Dalam proses  perjalan mikraj itu diceritakan, bahwa  Rasul dipertemukan dengan arwah para Nabi mulai dari Nabi Adam, Yusuf, Nuh, Harun, Musa, hingga di langit ke tujuh bersua dengan nenek moyang agama samawi, Ibrahim Sang kekasih Allah.

Bukan hanya itu, dalam perjalan itu diselingi dengan pelbagai pemandangan di luar nalar. Nabi diperlihatkan gambaran manusia di akhirat kelak. Ada surga. dan pula neraka. Ada juga gambaran masa depan umat manusia ketika baginda telah tiada. Peristiwa luar biasa. Tapi sadrkah kita? Di atas semua  peristiwa mikraj itu—perjumpaan Nabi dengan para Rasul terdahulu dan pelbagai pemandangan yang dilihat Nabi di galaksi lain—, perintah salat adalah puncak tertingginya.

Hadirin pendengar Khutbah Jumat yang berbahagia

Apa itu salat dan apa ajaran yang dimuat dalamnya? kok, untuk perintah salat, Nabi Muhammad harus melakukan perjalan panjang, yang bagi sebagian orang itu sulit diterima nalar?

Pertama, salat itu adalah interaksi manusia langsung dengan Tuhan—Allah Robbul Izzah. Shalat proses intim antara manusia dengan Tuhan. Kapan lagi manusia bisa bercinta dengan sedemikian intim dengan Tuhan. Salat adalah medianya. Salat adalah proses saling curhat antara insan dengan Sang Penciptanya. Pendek kata;  salat adalah wahana pertemuan langsung akan Tuhan, penyaksian (musyahadah) akan Allah, dan  dialog (munâjat) secara privat antara manusia dengan Tuhan.

Saudara, Syaikh Akbar, Sufi terbesar dalam Islam, Ibn Arabi pun mengatakan hal yang sama. Baginya  dalam salat dialog seorang hamba dengan Tuhan dimulai ketika takbir ihram, dan dialog paling intim itu ada di Alfatiha, kita berbicara dan diajak merasakan kehadiran Tuhan. Lihat saja hadist qudsi ini.

“Aku membagi shalat antara Diriku dan hamba-Ku menjadi dua bagian. Satu bagian untuk-Ku dan satu bagian lagi untuk hamba-Ku”

Sembari pula Ibn Arabi mengutip hadis qudsi tentang keutamaan salat:

Ada tiga hal yang menjadi penyejuk mataku: perempuan, wewangian, dan shalat. Tapi, yang paling aku sukai di antara ketiganya adalah shalat.”

Hikmah kedua, salat adalah proses pensucian diri seorang manusia. Dalam proses pelaksanaan salat, seoorang harus bersuci terlebih dahulu. Bila tidak? Maka tidak boleh melakukan ibadah salat. Suci adalah hikmah dari salat.

Ketika Rasul ingin naik melakukan mikraj, Muhammad terlebih dahulu dibersihkan Jibril hatinya. Toh, pada hakikatnya kita ingin berjumpa dan berdialog dengan yang Maha Suci, kita pun harus bersih dan suci. Bertemu dengan yang maha bersih, kita harus bersih. Tak akan bisa  bertemu dalam satu forum yang kotor dengan yang bersih. Tentu tak akan bersatu.

Pun dalam ritual salat, hakikatnya salat adalah pembersihan diri dari pelbagai pengaruh buruk. Dengan demikian, Kata Haidar Bagir,  ini menyebabkan naiknya hati dan ruh kepada Hadirat Kesucian, mendekat hati ia kepada Yang Sejati (Haqq).

Dan diharapkan manusia yang selesai salat akan menerima impact  dari salat yang ia lakukan. Inilah yang disebutkan Alquran Q.S al-Ankabut ayat 45:

‌ؕ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِ‌ؕ

Artinya: Sesungguhnya salat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Setelah salat sejatinya seorang manusia bisa suci, dari perbuatan yang keji. Bisa terhindar dari sikap yang picik. Itu semua akan dapat terlaksana ketika seorang hamba menjalankan salat dengan hati yang khusuk dan meresapi makna salat dengan sangat dalam.

Demikianlah Khutbah Jumat 2021: “Esensi Isra dan Mikraj adalah perintah salat” pada siang yang berbahagia ini. semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Khutbah Kedua

إنَّ الحَمدَ لله نحمدُهُ ونستعينهُ ونستهديهِ ونشكرُهُ ونعوذُ بالله من شرورِ أنفسِنَا ومن سيئاتِ أعمالنا، مَن يهدِ الله فلا مُضِلَّ لهُ ومن يُضلِل فلا هاديَ له، وأشهدُ أنْ لا إلـهَ إلا الله وحدَهُ لا شريكَ لهُ وأنَّ محمّدًا عبدُهُ ورسولُهُ صَلَواتُ الله وسلامُهُ عليهِ وعلى كلّ رسولٍ أَرْسَلَهُ. أمّا بعدُ عبادَ الله فإنّي أوصيكُمْ ونفسي بِتَقوَى الله العليّ القديرِ واعلَموا أنَّ الله أمرَكُمْ بأمْرٍ عظيمٍ، أمرَكُمْ بالصلاةِ والسلامِ على نبيِهِ الكريمِ فقالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴾ اللّهُمَّ صَلّ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا صلّيتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيم، وبارِكْ على سيّدِنا محمَّدٍ وعلى ءالِ سيّدِنا محمَّدٍ كمَا بارَكْتَ على سيّدِنا إبراهيمَ وعلى ءالِ سيّدِنا إبراهيمَ، إنّكَ حميدٌ مجيدٌ

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ وََارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ

(Baca: Khutbah Jumat 2021: Menerapkan Syariat Islam yang Menjunjung Kemanusiaan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here