Khutbah Idul Adha 2020: Berkurban di Masa Pandemi

0
1540

Berkurban di Masa Pandemi

Khutbah I

 اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ،ـ الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ يَـخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَـخْتَارُ، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ الْوَاحِدُ الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ الْمُتَّقِيْنَ وَقُدْوَةُ الْأَبْرَارِ، اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، صَلَاةً دَائِمَةً مَّا تَعَاقَبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا إِخْوَةَ الْإِسْلَامِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ، إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَـرُ

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Syukur alhamdulillah kita panjatkan kepada Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmatnya kepada kita sehingga meskipun di masa pandemi seperti sekarang ini, kita tetap diberikan kehidupan, kesehatan, keselamatan, keimanan, serta kenyamanan dalam beribadah. Shalawat beserta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW, Rasulullah yang senantiasa mengajarkan ummatnya untuk bersikap bijak dalam setiap keadaan, yang memberikan teladan untuk selalu memperhatikan saudara sesama muslim, dan yang senantiasa menuntun ummatnya agar selalu menjadi ummat yang wasathan sebagai suri panutan bagi manusia.

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Sebagaimana layaknya pada setiap khutbah, dalam khutbah id kali ini pun kami berwasiat khususnya bagi diri pribadi dan umumnya kepada seluruh jamaah agar selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Terutama di masa pandemi kali ini, meskipun kondisinya sedemikian susahnya, namun hendaknya kita tetap tidak menanggalkan baju ketakwaan kita. Hendaknya kita selalu bertawakkal kepada Allah SWT. Tidak lupa pula semoga selalu kita bisa berikhtiar khususnya terkait dengan protokal kesehatan di masa pandemi ini. Mari kita saling menjaga diri dan mengingatkan agar tidak lupa memakai masker ketika bepergian, menjaga jarak, rajin cuci tangan, dan hanya bepergian ketika sangat diperlukan. Semua upaya itu bukanlah disebabkan karena kita takut kepada corona dan tidak takut kepada Allah, namun justru upaya-upaya tersebut menjadi bukti ketaatan kita kepada Allah, karena Allah selalu mengingatkan kita gara senantiasa berusaha. Maha Besar Allah SWT yang telah berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ

 Innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim,

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Pada bulan dzulhijjah yang didalamnya terdapat hari raya idul adha ini, setidaknya ada dua ibadah yang sangat penting bagi kaum muslimin, yakni haji dan qurban. Sangat disayangkan bahwa untuk tahun ini, disebabkan oleh pandemi virus corona yang belum juga berakhir, ibadah haji hanya boleh dilakukan oleh sedikit sekali jamaah demi menjaga sosial distancing. Tercatat WNI yang bisa melakukan haji di tahun ini hanya 3 orang saja. Maka tersisa satu ibadah penting yang bisa kita lakukan di bulan dzulhijjah ini, yakni ibadah qurban.

Baca Juga :  Hukum Zikir dengan Suara Keras

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Dari sudut pandang ilmu fikih, hukum berkurban ialah sunnah muakkad. Artinya, sunnah yang sangat dikukuhkan.meskipun demikian, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa hukum qurban ialah wajib bagi orang yang mampu dan tidak sedang dalam kondisi sebagai musafir. Demikian utamanya ibadah qurban ini, sampai-sampai Rasulullah pernah bersabda melalui riwayat Ibunda Aisyah:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya.” (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117)

Waktu pelaksanaan ibadah qurban ini ialah pada hari raya idul adha sesudah Khatib turun dari mimbar khutbah id sampai hari-hari tasyriq yaitu tanggal 11, 12, dan 13. Yakni hari-hari ketika jamaah haji sedang melaksanakan mabit di Mina dan melempar jumrah. Tidak semua hewan bisa dijadikan sebagai qurban, hanya hewan-hewan tertentu saja, yakni domba, sapi atau kerbau juga unta. Seekor domba bisa menjadi qurban untuk 1 orang, sementara seekor sapi, kerbau dan unta bisa menjadi qurban untuk 7 orang. Hewan-hewan tersebut pun memiliki kriteria tertentu. Selain harus terbebas dari cacat, hewan-hewan tersebut pun harus mencapai usia minimal. Mushtafa Dib al-Bagha menjelaskan bahwa Domba (dha’n) harus memiliki usia minimal 1 tahun, kambing kacang (ma’z) harus memiliki usia minimal 2 tahun, dapi dan kerbau harus memiliki usia minimal 2 tahun dan unta harus memiliki usia minimal lima tahun.

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Selain menunjukkan ketaatan kita kepada Allah, ibadah qurban juga memiliki dimensi sosial. Kita tentunya paham, bahwa hari raya idul fitri maupun idul adha semestinya dirayakan oleh semua orang baik yang kaya maupun miskin. Maka di hari raya idul fitri, yang kaya menggembirakan yang miskin dengan zakat fitrah dan di hari raya idul adha, menggembirakannya ialah dengan jalan berkurban. Allah menganjurkan agar yang berkurban mengkonsumsi daging qurban tersebut secukupnya dalam rangka mengambil keberkahan, sementara sisanya diberikan kepada yang lebih membutuhkan:

Baca Juga :  Hukum Memasuki Tempat Ibadah Non-Muslim

 فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Fakuluu minhaa wa ath’imul baaisal faqiira

“Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. al-Hajj, 22:28)

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Di tengah masa pandemi yang entah kapan berakhir ini, ibadah qurban menjadi sesuatu yang sangat penting sekali. Sebagaimana kita tahu, pandemi ini bukan hanya membahayakan secara kesehatan, namun juga mengguncang perekonomian negara. Semakin banyak orang yang membutuhkan saat ini. Masyarakat banyak yang kesusahan untuk sekedar menutupi kebutuhan pokok sehari-hari.

Di tengah kondisi semacam ini, bersedekah menjadi semakin susah karena jangankan untuk memberi kepada orang lain, sekedar menutup kebutuhan sendiri pun kesusahan. Namun demikian, justru pahala yang besar dan imbalan yang luar biasa akan Allah berikan kepada mereka yang melakukan ibadah saat ibadah tersebut dirasa semakin sulit. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT:

وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ ٱللَّهِ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

Wa mā tunfiqụ min khairin fa li`anfusikum, wa mā tunfiqụna illabtigā`a waj-hillāh, wa mā tunfiqụ min khairiy yuwaffa ilaikum wa antum lā tuẓlamụn

“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Baqarah: 272)

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Tingkat kesulitan berkurban di masa pandemi ini sesungguhnya tidaklah seberapa dibandingkan dengan peristiwa yang menyebabkan disyariatkannya ibadah qurban. Yakni peristiwa Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan untuk menyembelih anaknya yang tercinta Nabi Ismail AS.

Nabi Ibrahim saat itu berusia 86 tahun dan baru dikaruniai seorang anak yang sangat dicintainya, yaitu Nabi Ismail. Melalui mimpi, Allah perintahkan Nabi Ibrahim untuk mengurbankan Nabi ismail. Menerima perintah tersebut, keduanya menerima dengan lapang dada dan tak ada keraguan sedikitpun pada keduanya. Nabi Ibrahim sudah siap dengan pisau ditangannya dan Nabi Ismail sudah terlentang pasrah.

Berkah dari kesabaran dan ketawakkalan mereka, Allah kemudian memberikan jalan keluar berupa mengganti kurban dengan seekor sembelihan yang agung:

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ، وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Inna hadzaa lahuwal balaaul mubiin, wa fadainaahu bidzabhin ‘adziim

“Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus Isma’il dengan seekor sembelihan yang agung” (QS ash-Shaffat: 106-107)

Baca Juga :  Memakai Jimat Agar Selamat dari Wabah Penyakit, Apakah Boleh?

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Di tengah pandemi covid-19 dan berbagai problem hidup, marilah kita meneladani apa yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il ketika diuji oleh Allah dengan ujian yang sangat berat tersebut. Berkat ketakwaan, sikap sabar, tawakal, keteguhan hati dalam menjalankan perintah Allah dan ketundukan yang total kepada-Nya, Nabi Ibrahim dan Isma’il pada akhirnya mendapatkan jalan keluar dan pertolongan dari Allah subhanahu wa ta’ala. Kita harus yakin bahwa di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, jika kita bersabar. Kita harus yakin bahwa di setiap musibah pasti ada hikmah, jika kita bertawakal. Kita harus yakin bahwa di setiap masalah, pasti akan kita temukan jalan keluar, jika kita bertakwa.

Hadirin jamaah salat Idul Adha yang semoga dirahmati Allah.

Akhirnya kita berdoa, semoga Allah menghindarkan negara kita secara khusus dan seluruh negeri umat Islam secara umum dari segala bala’, wabah, pandemi, virus, kesulitan ekonomi, dan lainnya. Amin ya Rabbal ‘alamin.

 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ، فَاللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَيَامِيْنَ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَاتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى فِي هَذَا الْيَوْمِ الْعَظِيمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الطَّيِّبِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ، أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ الصَّالحينَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ، اللَّهُمَّ اجْعَلْ عِيدَنَا هَذَا سَعَادَةً وَتَلاَحُمًا، وَمَسَرَّةً وَتَرَاحُمًا، وَزِدْنَا فِيهِ طُمَأْنِينَةً وَأُلْفَةً، وَهَنَاءً وَمَحَبَّةً، وَأَعِدْهُ عَلَيْنَا بِالْخَيْرِ وَالرَّحَمَاتِ، وَالْيُمْنِ وَالْبَرَكَاتِ، اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْمَوَدَّةَ شِيمَتَنَا، وَبَذْلَ الْخَيْرِ لِلنَّاسِ دَأْبَنَا، اللَّهُمَّ أَدِمِ السَّعَادَةَ عَلَى وَطَنِنَا، وَانْشُرِ الْبَهْجَةَ فِي بُيُوتِنَا، وَاحْفَظْنَا فِي أَهْلِينَا وَأَرْحَامِنَا، وَأَكْرِمْنَا بِكَرَمِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ، يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ، وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، عِيْدٌ سَعِيْدٌ وَكُلُّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here