Keutamaan Sabar di Mata Allah

0
236

BincangSyariah.Com –Pernahkah merasa bahwa hidup selalu susah dan tak sebahagia orang lain di sekitar? Merasa susah, sedih dan kecewa pada dasarnya adalah suatu hal yang wajar. Percaya atau tidak, semua orang pasti pernah merasa susah, sedih dan kecewa. Hanya saja, tidak semua orang akan mengeluh dengan hal itu. Beberapa orang akan tetap bersabar dan bersyukur dengan segala kesusahan yang mereka terima. Dan potret orang seperti itu yang telah memiliki kekayaan iman. Dalam Hikam Ali Ibn Thalib disebutkan:

من كنوز الإيمان الصبر على المصا ئب

Diantara kekayaan iman adalah sabar dalam menghadapi musibah   

Merasa susah, sedih, kecewa dan berbagai musibah yang dijumpai di dunia ini akan pasti berlalu. Sebab alam dunia ini bukan alam pembalasan, dunia hanyalah alam amal. Karena itulah jika Allah memberikan kesusahan, kesedihan, kekecewaan dan berbagai musibah lainnnya, terima saja semuanya dengan sabar.  Allah terkadang memberikan semua itu hanya sebatas untuk peringatan dan penggugur dosa.

Sebab itulah manusia hanya perlu bersabar atas setiap musibah yang datang hiri berganti. Baginya pahala yang tak terbatas dan juga balasan surga. Begitu pula dengan setiap muslim yang bersabar atas cobaan yang Allah berikan maka Allah akan angkat derajatnya sebagai mukmin. Sebagaimana dalil dan hadits berikut ini.

وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa

Keterangan dari Hikam Ali Ibn Thalib mengingatkan setiap manusia untuk bersabar dalam menghadapi musibah yang ada, sebab itulah petanda dari kekayaan iman.  Menurut Ibnu Qayyim, kedudukan sabar dalam iman laksana kepada bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong, maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh. Maka dari itu sabar disebut dengan pilar kebahagian manusia. Bagaimana tidak menjadi manusa yang paling bahagia jika ia telah memiliki kekayaan iman?

Baca Juga :  Belajar Tauhid; Enam Rukun Iman yang Harus Kalian Yakini

Dengan begitu, orang yang memiliki kekayaan iman tidak akan terganggu dengan kehadiran rasa kecewa, sedih, serta musibah yang menerpanya. Sebab sabar yang dimilikinya cukup bisa menjadi perisai dalam menghadapi takdir Allah yang kadang tidak sesuai harapan.  Dunia sejatinya adalah tempat bagi manusia untuk menjalani berbagai macam ujian dan cobaan dari Allah.  Jika tidak dengan memiliki bekal sabar yang cukup, bagaimana bisa lapang menghadapi kenyataan hidup ini?



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here