Keutamaan Orang yang Memberi Hutang

0
457

BincangSyariah.Com – Menyerahkan harta (uang) sebagai bentuk kasih sayang kepada siapa saja yang akan memanfaatkannya dan dia akan mengembalikannya (pada suatu saat) sesuai dengan padanannya biasa disebut dengan hutang.

Hukum hutang piutang pada asalnya diperbolehkan dalam syariat Islam. Bahkan orang yang memberikan hutang atau pinjaman kepada orang lain yang sangat membutuhkan adalah hal yang disukai dan dianjurkan, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar. Adapun dalil-dalil yang menunjukkan disyariatkannya hutang piutang ialah sebagaimana berikut ini:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan

Imam Al-Qurtubi dalam kitab Al-Jami’ li Ahkam al-Quran menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan panggilan qardh (pinjaman) dalam ayat ini adalah untuk pendekatan kepada orang-orang dengan apa yang mereka pahami. Allah swt. Maha Kaya lagi terpuji. Ia menyamakan pemberian orang mukmin di dunia dengan apa yang ia harapkan balasannya di akhirat, sebagaimana ia menyamakan memberikan jiwa dan harta untuk mengambil surga dengan jual beli.

Memberi hutang kepada orang yang membutuhkan merupakan amal saleh – yang jika kita mampu melaksanakan – maka Allah akan memberikan ganjaran yang setimpal. Bahkan disebutkan bahwa memberikan pinjaman atau hutang itu lebih baik daripada sedekah. Kena begitu? Sebab bisa kepada siapa saja, kaya atau miskin. Sedangkan hutang untuk seseorang yang benar-benar membutuhkan. Rasulullah bersabda,

وقال صلى الله عليه وسلم : رأيت ليلة أسرى بي مكتوبا على باب الجنة الصدقة بعشر أمثالها والقرض بثمانية عشر فقلت يا جبريل كيف صارت الصدقة بعشر والقرض بثمانية عشر؟ فقال لأن الصدقة تقع في يد الغنى والفقير والقرض لا يقع الا فيمن هو محتاج إليه

Baca Juga :  Terlilit Hutang? Baca Doa yang Diajarkan Nabi kepada Ali bin Abi Thalib Ini

Rasulullah bersabda: ketika di isra’kan kulihat tulisan di pintu surga, “sedekah itu dilipatkan sepuluh kali lipat. Sedang memberi satu hutang dilipatkan delapan belas kali”. Aku bertanya, “wahai Jibril, mengapa sedekah ini digandakan sepuluh kali, dan hutang menjadi delapan belas kali?” Jibril menjawab, kaena sedekah bisa terjadi pada orang kaya dan orang fakir. Sedangkan hutang tidak terjadi kecuali pada orang yang membutuhkannya



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here