Keutamaan Mengadakan Peringatan Maulid Nabi

4
784

BincangSyariah.Com – Mengadakan peringatan Maulid Nabi saw. telah dilakukan oleh ulama salaf dan kaum Muslim sejak beberapa abad silam. Hingga saat ini, peringatan Maulid Nabi saw. selalu dilaksanakan dengan meriah di seluruh dunia Muslim, termasuk di Nusantara.

Mereka meyakini bahwa peringatan maulid termasuk amalan yang baik dan terpuji. Karena selain membaca salawat dan salam kepada Nabi saw, juga mereka berharap mendapat keutamaan dan keberkahan dari Nabi saw. dengan cara memperingati kelahirannya.

Dalam kitab Al-Wasail fi Syarhis Syamail, Imam As-Suyuthi menyebutkan beragam keutamaan dan keberkahan memperingati Maulid Nabi saw. Di antaranya adalah mendapatkan naungan rahmat dari Allah dan para malaikat. Setiap rumah yang dijadikan tempat peringatan Maulid Nabi saw, maka para malaikat mendoakan kebaikan dan keberkahan pada seluruh penghuni rumah tersebut. Beliau berkata;

مَا مِنْ بَيْتٍ أَوْ مَسْجِدٍ أَوْ مَحَلَّةٍ قُرِئَ فِيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا حَفَّتِ الْمَلاَئِكَةُ ذَلِكَ الْبَيْتَ أَوِ الْمَسِجْدَ أَوِ الْمَحَلَّةَ، وَصَلَّتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى أَهْلِ ذَلِكَ الْمَكَانِ، وَعَمَّهُمُ اللهُ تَعَالَى بِالرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ، وَأَمَّا الْمُطَوَّقُوْنَ بِالنُّوْرِ يَعْنِيْ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ فَإِنَّهُمْ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَنْ كَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Tiada satupun rumah, masjid atau perkemahan yang dibacakan Maulid Nabi saw. kecuali para malaikat mengelilingi rumah, masjid atau kemah tersebut. Dan para malaikat meminta ampunan dosa terhadap penghuni tempat tersebut, dan Allah menaungi mereka dengan rahmat dan keridhaanNya. Dan adapun para malaikat yang dikelilingi dengan cahaya, yaitu Jibril, Mikail, Israfil dan ‘Izrail, maka mereka meminta ampunan dosa terhadap orang-orang yang menjadi penyebab bagi pembacaan Maulid Nabi saw.”

Selain itu, Allah akan menyelamatkan mereka yang mengadakan maulid dari berbagai macam bentuk musibah dan bala’, mulai dari wabah, kemarau, kebakaran dan lainnya. Imam As-Suyuthi berkata sebagai berikut;

Baca Juga :  Membendung Gerakan Pembidahan ala Salafi dengan Konsep Mizan Kubra

مَا مِنْ مُسِلِمٍ قَرَأَ فِي بَيْتِهِ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا رَفَعَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالْحَرْقَ وَالْغَرْقَ وَاْلآفَاتِ وَالْبَلِيَّاتِ وَالْبُغْضَ وَالْحَسَدَ وَعَيْنَ السُّوْءِ وَاللُّصُوْصَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْبَيْتِ، فَإِذَا مَاتَ هَوَّنَ اللهُ عَلَيْهِ جَوَابَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ، وَيَكُوْنُ فَي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُقْتَدِرٍ

“Tiada Muslim pun yang membaca Maulid Nabi saw. di rumahnya kecuali Allah mengangkat kemarau, wabah, kebakaran, karam, penyakit, bala, murka, dengki, mata yang jahat dan pencuri dari penghuni rumah tersebut. Jika orang tersebut meninggal dunia, niscaya Allah memudahkan baginya menjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir, dan adalah tempat duduknya pada tempat yang benar di sisi Tuhan yang Maha Memiliki dan Berkuasa.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here