Ketum PBNU dan Muhammadiyah Ditunjuk Jadi Wakil Presiden Religion for Peace oleh 900 Pemuka Agama Dunia

1
164

BincangSyariah.Com –  Menjelang Hari Perdamaian Internasional yang akan datang pada tanggal 21 September, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Ketua Umum Muhammadiyah Haidar Nasir terpilih menjadi vice president atau wakil presiden di Religion for Peace. Pengangkatan kedua tokoh ormas Islam terbesar di Indonesia itu disampaikan secara resmi oleh Deputy Secretary General Religion for Peace Rev. Kyoichi Sugino dan rombongan kepada Kiai Said di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (9/9).

Keduanya terpilih dalam forum yang dihadiri para tokoh agama yang berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang dalam Sidang Umum Kesepuluh Religion for Peace atau forum pertemuan pemimpin agama-agama sedunia yang dihelat di Jerman

“Para pemimpin agama dunia berharap dengan menetapkan dua tokoh perwakilan Muslim Indonesia itu menyebarkan ide-idenya agar model keberagamaan di Indonesia tak hanya dirasakan di Indonesia, tapi oleh dunia,” ungkap Kyoichi, berkebangsaan Jepang, yang disampaikan penerjemah dari Interfidei Elga J. Sarapung.

Alasan para pemimpin agama dunia memilih Kiai Said Aqil Siroj dan Haidar Nasir adalah karena dinilai sukses memimpin ormas terbesar di negara Muslim terbesar di seluruh dunia, yaitu sukses menjadi ormas yang menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai.

Menurut Kyoichi, organisasi  NU dan Muhammadiyah telah memberi contoh konkret model beragama yang membawa damai dalam kehidupan demokrasi Indonesia, dan itu Pancasila. Apa yang dilakukan oleh dua ormas tersebut diakui para pemimpin agama dunia.

“Bukan lagi diskusi, tapi mereka sudah melakukannya,” ungkap Kyoichi lagi sebagaimana dilansir dari laman NUOnline.

Berdasarkan keterangan Kyoichi, setelah terpilih Kiai Said Aqil Siroj dan Haedar Nashir akan mengemban amanah tersebut selama lima tahun ke depan.

Baca Juga :  Hoaks dan Kisah Tentang Seorang Alim yang Fasik

Sebagaiinformasi, lanjut Kyoichi, Religion for Peace adalah pengganti dari World Conference on Religion and Peace (WCRP). Pada tahun 1990-an, Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengemban amanah sebagai presidennya.

Diketahui tokoh lain yang tergabung di WCRP saat itu adalah Gedong Bagus Oka dan Ahmad Syafi’i Ma’arif. Pada masa Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi juga aktif di lembaga perdamaian dunia tersebut.

1 KOMENTAR

  1. Dengan Masukan ajaran Ala NU yang mengusum ahlussunah waljamaah di sekolah² / forum pendidikan agama islam, mudah mudahan faham terhadap islam yang rahmatanlil’alamin akan terwujud untuk dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here