Ketika Menguap, Menutup Mulut dengan Tangan Kanan atau Kiri?

0
1546

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, termasuk adab menguap adalah menutup mulut dengan tangan. Namun dalam menutup mulut apakah sebaiknya dengan tangan kanan atau tangan kiri? (Baca: Adab Seorang Muslim Saat Menguap)

Menguap kerap kali terjadi saat kita mengantuk atau kelelahan. Dalam Islam, menguap termasuk hal yang tidak disukai oleh Allah. Hal ini karena menguap berasal dari setan dan ia berpotensi masuk ke dalam tubuh kita pada saat kita menguap. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Oleh karena itu, bila kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka wajib atas setiap muslim yang mendengarnya untuk ber-tasymit (mengucapkan ‘yarhamukallah’). Sedangkan menguap itu dari setan, jika seseorang menguap hendaklah dia tahan semampunya. Bila orang yang menguap sampai mengeluarkan suara ‘haaahh’, setan tertawa karenanya.

Hadis ini berisi penjelasan bahwa Allah tidak suka pada perbuatan menguap karena hal itu timbul dari setan. Oleh sebab itu, sebagian ulama menganjurkan untuk menutup mulut dengan tangan kiri ketika menguap. Hal ini karena menguap termasuk keburukan sehingga lebih didahulukan tangan kiri.

Menurut Imam Al-Munawi, menutup mulut ketika menguap lebih baik dan lebih sempurna jika menggunakan tangan kiri. Namun demikian, jika menutup dengan tangan kanan, maka hal itu tetap sesuai dengan sunnah. Hal ini sebagaiman disebutkan dalam kitab Faidhul Qadir berikut;

Baca Juga :  6 Hal yang Perlu Diketahui oleh Pencari Kebenaran

فليضع يده أي ظهر كف يسراه كما ذكره جمع ، ويتجه أنه للأكمل وأن أصل السنة يحصل بوضع اليمين

Hendaknya meletakkan tangannya, artinya meletakkan punggung tangan kiri, sebagaimana dikatakan oleh sejumlah ulama. Disebutkan bahwa hal itu lebih sempurna, meskipun sesungguhnya sudah sesuai dengan sunnah jika meletakkan tangan kanan. Wallahu a’lam bis shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here