Ketika Malaikat Jibril Menegur Nabi Musa karena Menolak Pezina Bertaubat

0
487

BincangSyariah.Com – Adalah malaikat Jibril yang menjadi sebab-musabab salah satu mengapa setiap Nabi bebas dari dosa (baca: ma’shum). Sebagai malaikat penyampai wahyu, Jibril tentu malaikat yang paling sering bercakap-cakap dengan nabi tanpa terkecuali nabi Musa. Ketika malaikat Jibril menghadap Nabi, pesan yng disampaikan beragam. Mulai dari bentuk pembelaan kepada nabi hingga yang bernada teguran. Syaikh Zainuddin Ibni Abdil Aziz dalam karyanya, Irsyad al-Ibad: hal. 13, suatu bentuk teguran Jibril kepada nabi Musa. Teguran ini bermula dari perempuan pezina yang menghadap nabi Musa.

Dikisahkan, ada seorang perempuan dari Bani Israil yang datang mengadukan perihal dirinya kepada nabi Musa. Begitulah kemujuran manusia yang hidup semasa dengan nabinya, bertemu, dan beriman yaitu dapat bertaya langung kepada Nabi. Perempuan itu berkata, wahai nabiyullah Musa, saya berbuat dosa, dosa yang sangat besar dan saya sungguh telah bertobat kepada Allah. Maka mintakanlah aku olehmu kepada Tuhanmu serta menerima taubatku, kata perempuan dari Bani Israil itu kepada nabi Musa.”

Nabi pun menjawab, “jenis dosa apa yang telah kau perbuat, tanya nabi Musa kepda perempuan tersebut.” Wanita itu melanjutkan, “Ya Nabi, saya melahirkan seorang anak yang merupakan hasil dari hubungan zina. Tidak hanya itu, saya juga telah membunuh anak hasil zina itu !, terang perempuan Bani Israil menjawab pertanyaan nabi Musa.

Wajah nabi Musa memirah karena marah dan nabi Musa berkata, “Wahai wanita jahat, pergi kau dari negeriku ini agar tidak turun api dari langit yang kemudian api itu melalap kami akibat perbuatanmu.” Lantas perempuan itu pergi dengan hati yang kecewa kepada nabi Musa. Sembari menyesali atas semua ketercelaan perbuatannya.
Kemudian Jibril datang menegur nabi Musa dan berkata, “Saya datang dengan membawa wahyu Allah ta’ala, mengapa kau menolak perempuan tadi yang hendak bertaubat? Apakah engkau tidak tahu tentang dosa yang melebihi perbuatan perempuan tadi?”,

Nabi Musa tertegun mendengar ucapan Jibril dan bertanya, Duhai Jibril, adakah dosa yang lebih keji dari perbuatan perempuan yang tadi mengadu kepadaku. Dosa apakah itu ya Jibril ? Pertanyaan nabi Musa ini dijawab dengan singkat sebelum akhirnya malaikat Jibril pergi dari hadapan Musa, orang yang meinggalkan salat dengan sengaja itu lebih keji. Semoga salat kita selalu terpelihara.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here