Ketika Berziarah Ke Kuburan, Sebaiknya Duduk atau Berdiri?

4
1900

BincangSyariah.Com – Ziarah kubur termasuk amalan ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Dengan melakukan ziarah kubur, diharapkan agar kita bisa mempersiapkan bekal kehidupan akhirat. Karena tujuan ini, maka ziarah kubur dianjurkan tidak hanya untuk laki-laki saja, tapi juga kepada perempuan. Ketika kita berziarah, umumnya kita duduk. Jarang seseorang berziarah dalam keadaan berdiri kecuali tempatnya sempit. Sebenarnya, ketika kita berziarah ke kuburan, sebaiknya duduk atau berdiri?

Tujuan utama kita dianjurkan untuk melakukan ziarah kubur adalah agar kita bisa mendoakan mayit dengan mendoakan keselamatan, membaca surah Yasin, dan lainnya. Selama hal ini bisa dilakukan dengan baik, maka tidak masalah kita melakukannya dengan keadaan berdiri, duduk, atau bahkan sambil berjalan. (Baca: Selain Surah Yasin, Baca Surah al-Ra’du Dapat Permudah Sakaratulmaut)

Ketika kita berziarah ke kuburan, kita boleh memilih apakah mau duduk, berdiri atau berjalan. Tidak ada yang lebih baik antara duduk, berdiri dan berjalan, selain kesempurnaan mendoakan terhadap mayit. Jika kesempurnaan tersebut bisa dilakukan dengan duduk, maka hendaknya kita duduk, dan seterusnya.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu berikut;

قال أصحابنا رحمهم الله : ويستحب للزائر أن يسلم على المقابر ، ويدعو لمن يزوره ، ولجميع أهل المقبرة ، والأفضل أن يكون السلام والدعاء بما ثبت في الحديث ، ويستحب أن يقرأ من القرآن ما تيسر ، ويدعو لهم عقبها ، نص عليه الشافعي ، واتفق عليه الأصحاب . قال الحافظ أبو موسى الأصفهاني رحمه الله ، في كتابه آداب زيارة القبور : الزائر بالخيار إن شاء زاره قائما ، وإن شاء قعد كما يزور الرجل أخاه في الحياة ، فربما جلس عنده ، وربما زاره قائما أو مارا

Baca Juga :  Tradisi Tawasul Saat Ziarah Kubur

Ulama kami (ulama Syafiiyah) berkata; Disunnahkan bagi peziarah untuk mengucapkan salam pada ahli kubur, mendoakan mayit yang hendak diziarahi dan juga semua ahli kubur. Yang paling utama adalah salam dan doa yang sudah ada dalam hadis Nabi Saw. Dan disunnahkan membaca Al-Quran dan setelah itu berdoa.

Ini ditegaskan oleh Imam Syafii dan disepakati ulama Syafiiyah. Al-Hafidz Abu Musa Al-Asfihani berkata dalam kitabnya Adabu Ziaratil Kubur; Orang yang ziarah boleh memilih, jika mau ziarah dengan berdiri, jika mau ziarah dengan duduk seperti mengunjungi temannya yang masih hidup, kadang duduk, kadang juga ziarah dalam keadaan berdiri atau berjalan.

4 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Ziarah kubur termasuk perkara yang dianjurkan dalam Islam. Dengan ziarah kubur, kita diharapkan agar menjadi lebih baik dan sadar bahwa kita juga akan mati suatu saat nanti. Sehingga melalui kesadaran tersebut kita akan tergerak untuk mempersiapkan amal baik sebagai bekal di kehidupan setelah kematian. (Baca: Ketika Berziarah Ke Kuburan, Sebaiknya Duduk atau Berdiri?) […]

  2. […] Ketika kita sedang menunggu jenazah hendak dikuburkan, kita melihat sebagian pelayat dan pengiring jenazah ada yang duduk, dan ada pula yang berdiri. Sebenarnya, ketika kita menunggu jenazah dikuburkan, sebaiknya kita duduk atau berdiri? (Baca: Ketika Berziarah Ke Kuburan, Sebaiknya Duduk atau Berdiri?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here