Ketika Berjabat Tangan, Sebaiknya dengan Dua atau Satu Tangan?

0
1276

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, ketika kita berjumpa dengan orang lain, selain dianjurkan mengucapkan salam, kita juga dianjurkan untuk mushafahah atau berjabat tangan. Ketika berjabat tangan, terkadang kita berjabat tangan dengan dua tangan sekaligus, terkadang hanya dengan satu tangan saja, yaitu tangan kanan. Sebenarnya, ketika kita berjabat tangan, sebaiknya dengan dua atau satu tangan saja? (Baca: Doa Ketika Berjabat Tangan dengan Orang Lain)

Terdapat beberapa hadis yang menganjurkan untuk berjabat tangan atau salaman ketika kita berjumpa dengan orang lain. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Abu Daud dari Al-Bara’ bin ‘Azib, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua orang muslim saling bertemu kemudian berjabat tangan, kecuali akan diampuni (dosa-dosa) mereka berdua sebelum mereka berpisah.

Terkait cara berjabat tangan, para ulama berbeda pendapat apakah lebih baik dengan dua tangan atau cukup dengan satu tangan saja. Menurut sebagian ulama, berjabat tangan cukup hanya dengan satu tangan, yaitu telapak tangan ditempelkan pada telapak tangan orang lain.

Sementara menurut ulama Hanafiyah dan sebagian ulama Malikiyah, ketika kita berjabat tangan, maka disunnahkan untuk berjabat dengan dua tangan, yaitu tangan kanan dan tangan kiri. Berjabat tangan dengan dua tangan sekaligus lebih baik dibanding hanya dengan satu tangan saja. Hal ini karena para sahabat dan para tabi’in berjabat tangan dengan menggunakan dua tangan sekaligus.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

وَاخْتَلَفُوا فِي كَوْنِ الْمُصَافَحَةِ الْمُسْتَحَبَّةِ بِكِلْتَا الْيَدَيْنِ أَمْ بِيَدٍ وَاحِدَةٍ ، فَذَهَبَ الْحَنَفِيَّةُ وَبَعْضُ الْمَالِكِيَّةِ إِلَى أَنَّ السُّنَّةَ فِي الْمُصَافَحَةِ أَنْ تَكُونَ بِكِلْتَا الْيَدَيْنِ ، وَذَلِكَ بِأَنْ يُلْصِقَ كُلٌّ مِنَ الْمُتَصَافِحَيْنِ بَطْنَ كَفِّ يَمِينِهِ بِبَطْنِ كَفِّ يَمِينِ الآْخَرِ، وَيَجْعَل بَطْنَ كَفِّ يَسَارِهِ عَلَى ظَهْرِ كَفِّ يَمِينِ الآْخَرِ، وَاسْتَدَلُّوا بِأَنَّ هَذَا هُوَ الْمَعْرُوفُ عَنِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ

Baca Juga :  Melihat Lawan Jenis dengan Syahwat, Apakah Kita Harus Wudu?

Ulama berbeda pendapat perihal cara berjabat tangan yang dianjurkan, dengan dua tangan atau satu tangan. Ulama  Hanafiyah dan sebagian ulama dari Malikiyah berpendapat bahwa berjabat tangan dilakukan dengan kedua tangan. Hal itu dilakukan dengan menempelkan telapak tangan kanannya dan telapak tangan kanan orang lain. Sementara telapak tangan kirinya ditempatkan di punggung telapak tangan kanan orang lain. Mereka mendasarkan diri pada praktik yang lazim di kalangan sahabat dan tabi’in.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here