Ketika Ayah Tidak Bersedia Menjadi Wali Nikah, Siapa yang Menggantikan?

4
1437

BincangSyariah.Com – Ada saja fenomena yang membuktikan kepada kita jika hubungan ayah dan anak tak selamanya indah. Entah disebabkan oleh perceraian, tidak suka dengan calon yang diajukan ataupun yang lain. Faktor tersebut menyebabkan ayah tidak bersedia menjadi wali nikah di pernikahan anaknya. Atau pernahkah kita menjumpai seorang ayah yang selalu tidak memberikan izin menikah kepada anaknya hanya karena calonnya tidak sesuai kriteria sang ayah?

Perbuatan sang ayah yang seperti itu bisa disebut dengan Al-’Adhl (pengahalang pernikahan). Dalam QS Al Baqarah [2]: 232 Allah berfirman,

وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَلَا تَعْضُلُوهُنَّ أَنْ يَنْكِحْنَ أَزْوَاجَهُنَّ إِذَا تَرَاضَوْا بَيْنَهُمْ بِالْمَعْرُوفِ ذَلِكَ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكُمْ أَزْكَى لَكُمْ وَأَطْهَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُون

Apabila kamu mentalak isteri-isterimu, lalu habis masa iddahnya, maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin lagi dengan bakal suaminya, apabila telah terdapat kerelaan di antara mereka dengan cara yang baik. Itulah yang dinasehatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih baik bagimu dan lebih suci. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”

Dalam kitab Al Adat Al jariyah fi Al A’ras Al Jazairiyyah menyebutkan bahwa tindakan Al Adhl adalah tindakan sang ayah yang mempersempit hak anaknya untuk menikah, misalnya datang lelaki yang sekufu, baik agamanya, dan berniat untuk meminangnya, namun sang ayah melarang untuk menikahi anaknya. Tindakan sang ayah yang seperti itu hakikatnya tidak diperbolehkan.

Jika fenomena tersebut terjadi, maka wali nikah bisa diserahkan kepada kerabat dekatnya. Sebagaimana Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan dalam Syarh Al Mumthi’:

جهات الولاية في عقد النكاح خمس، أبوة، ثم بنوة، ثم أخوة، ثم عمومة، ثم ولاء

Baca Juga :  Tidak Ada Kata Terlambat untuk Bertobat

Urutan kewalian dalam akad nikah ada 5; bapak, kemudian anak, kemudian saudara laki-laki, kemudian paman, kemudian wala (orang yang membebaskan dirinya dari perbudakan atau mantan tuan)

Namun jika kerabat yang disebutkan di atas tetap tidak ditemukan, maka pernikahan tersebut diperbolehkan menggunakan wali hakim. Sebagaimana sabda Nabi:

فَإِنَّ السُّلْطَانَ وَلِيُّ مَنْ لَا وَلِيَّ لَهُ

“Hakim adalah wali bagi wanita yang tidak memiliki wali”

4 KOMENTAR

  1. Kriteria wali adlol harus ada putusan qodli/mahkamah syariiyah/Hakim Pengadilan Agama. jika sdh menjadi ketetapan.kemudian qodli/Hakim menunjuk penghulu/Kepala KUA ntuk bertindak sbg wali hakim. pma no. 30/2005 ttg Wali Hakim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here