Hukum Menyewakan Barang dalam Islam

0
763

BincangSyariah.Com – Untuk keperluan sehari-hari, kadang kita menyewa benda tertentu karena kita butuh. Misalnya, menyewa mobil, motor, rumah dan lainnya. Namun pada kondisi tertentu, sebelum masa sewa benda tersebut habis, kita sudah tidak membutuhkan lagi sehingga kadang ada inisiatif untuk menyewakannya pada orang lain. Sebenarnya, bagaimana hukum menyewakan barang sewaan, apakah boleh?

Dalam fiqih, menyewakan barang atau benda sewaan hukumnya boleh. Kita tidak dilarang untuk menyewakan barang sewaan kepada orang lain dengan syarat barang tersebut sudah diterima atau akadnya sudah selesai dengan pemilik barang. Sebaliknya, jika belum diterima atau akadnya belum selesai dengan pemilik barang, maka tidak boleh menyewakan barang tersebut.

Dalam kitab al-Mughni, Ibnu Qudamah menyebutkan beberapa ulama yang berpendapat boleh menyewakan barang sewaan. Di antaranya adalah Imam Ahmad, Sa’id bin Musayyab, Ibnu Sirin, Mujahid, Ikrimah, Al-Nakha’i, Al-Tsauri dan Imam Syafii. Ibnu Qudamah berkata;

ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺴﺘﺄﺟﺮ ﺃﻥ ﻳﺆﺟﺮ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﺍﻟﻤﺴﺘﺄﺟﺮﺓ ﺇﺫﺍ ﻗﺒﻀﻬﺎ ﻧﺺ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﺣﻤﺪ . ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺍﻟﻤﺴﻴﺐ ، ﻭﺍﺑﻦ ﺳﻴﺮﻳﻦ ، ﻭﻣﺠﺎﻫﺪ ، ﻭﻋﻜﺮﻣﺔ ، ﻭﺃﺑﻲ ﺳﻠﻤﺔ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ، ﻭﺍﻟﻨﺨﻌﻲ ، ﻭﺍﻟﺸﻌﺒﻲ ، ﻭﺍﻟﺜﻮﺭﻱ ، ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺮﺃﻱ

“Boleh bagi orang yang menyewa untuk menyewakan barang sewaan jika sudah menerima barang tersebut. Ini ditegaskan oleh Imam Ahmada, dan juga pendapat dari Sa’id bin Musayyab, Ibnu Sirin, Mujahid, ‘Ikrimah, Abu Salamah bin Abdurrahman, al-Nakha’i, al-Sya’bi, al-Tsauri, al-Syafii dan ashab al-Ra’yi.”

Dalam kitab al-Muhazzab, Imam Syairazi menjelaskan alasan kebolehan menyewakan barang sewaan ini. Menurut beliau, barang sewaan yang sudah diterima atau akadnya sudah selesai dihukumi seperti jual beli. Ketika akad jual beli sudah selesai dilakukan, maka barang hasil transaksi jual beli tersebut boleh dijual. Begitu juga dengan barang sewaan. Setelah selesai akadnya, ia boleh disewakan kepada orang lain.

Baca Juga :  Islam Menentang Rasisme dan Diskriminasi

Imam Syairazi berkata sebagai berikut;

وللمستأجر أن يؤجر العين المستأجرة إذا قبضها لان الإجارة كالبيع وبيع المبيع يجوز بعد القبض فكذلك إجارة المستأجر

“Boleh bagi penyewa untuk menyewakan barang sewaan jika barang tersebut diterima oleh penyewa. Hal ini karena akad sewa seperti akad jual beli. Menjual barang hasil jual beli boleh dilakukan setelah barang itu diterima. Begitu juga boleh menyewakan barang sewaan bagi penyewa.”

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here