Kesunahan Bersedekah di Hari Asyura

0
1461

BincangSyariah.Com – Prof. Syauqi Ibrahim ‘Allam, Mufti Mesir saat ini pernah ditanya soal bersedakah (al-tawsi’ah) kepada keluarga dan kerabat di Hari Asyura. Menurut penanyanya, sebagian orang saat ini berpendapat kalau bersedakah di hari Asyura ini tidak ada dalilnya. Beliau kemudian menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut:

Bersedekah (al-tawsi’ah) kepada keluarga dan kerabat di hari Asyura adalah salah satu sunah Nabi. Para ulama-ulama yang alim lagi hafiz menegaskan hal itu. Dan, para ahli fikih betapapun ada perbedaaan mazhab di kalangan mereka, membenarkan kesunahan sedekah di hari Asyura.

Ada sejumlah riwayat dari Nabi Saw. tentang hal itu. Di antara yang meriwayatkannya adalah Jabir bin Abdullah, Ibn Mas’ud, Abu Hurairah, Abu Sa’id al-Khudri, Abdullah bin Umar, dan lainnya.

Yang paling jelas dan sahih riwayatnya adalah, dari jalur Jabir bin Abdullah. Ibn ‘Abd al-Barr dalam kitab al-Istidzkar meriwayatkan dari jalur Syu’bah, dari Abu Zubair, dari Jabir bin Abdullah Ra. Jabir berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. berkata:

مَنْ وَسَّعَ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

Siapa yang bersedekah untuk dirinya dan keluarganya di hari Asyura, Allah Swt. akan meluaskan rezekinya di sepanjang tahun.

Kemudian, Jabir Ra. berkata: “Kami lalu mencobanya, dan kami dapati memang demikian !” Abu Zubair, dan Syu’bah juga mengatakan hal yang sama.

Al-Hafizh Ibn al-Qatthan dalam bukunya “Fadhail ‘Arafah” mengatakan: “sanad hadis ini hasan (baik).” Al-‘Iraqi juga mengatakan: “hadis ini (sahih) menurut kriteria Imam Muslim”.

Ada juga riwayat yang bersumber dari Sahabat, diantaranya adalah ‘Umar bin Khattab dan Jabir bin Abullah. Al-Daruquthni dalam kitab “al-Afraad” dan Ibn ‘Abd al-Barr dalam kitab “al-Istidzkar” meriwayatkan dari ‘Umar bin Khattab Ra., ia berkata: “siapa yang bersedekah kepada keluarganya di hari Asyura, Allah Swt. akan meluaskan hartanya sepanjang tahun.”
Sufyan bin ‘Uyaynah, salah seorang Tabi’in bahkan mengatakan: “kami mencobanya selama lima puluh tahun, dan kami tidak lihat hasilnya kecuali memang kesejahteraan.”

Baca Juga :  Bersedekah Agar Dimudahkan Mendapat Jodoh, Ini Penjelasannya

Para ulama menegaskan kesunahan hadis ini. Diantaranya adalah Imam ‘Abd al-Malik bin Habib dari mazhab Maliki, al-Baihaqi, Abu Musa al-Madini, Abu al-Fadhl bin Nashir, Ibn Hajar al-‘Asqalani, al-Sakhawi, al-Suyuthi. Termasuk diantara mereka adalah yang menganggap riwayat soal ini lemah. Namun, ini dijawab oleh al-Baihaqi dalam kitab “Syu’ab al-Iman”, “Sanad-sanad hadis ini meskipun lemah, namun jika disatukan dengan yang lain menjadi kuat.”

Ulama empat mazhab juga menegeskan kesunahan bersedekah di hari Asyura. Berikut pendapat-pendapat mereka,
Ibn ‘Abidin al-Hanafi dalam kitab “Radd al-Muhtar ‘ala al-Durr al-Mukhtar” berkata, “Betul, hadis tentang sedekah itu sahih seperti kata al-Suyuthi dalam kitab al-Durar al-Mutanatsirah fi al-Ahadith al-Musytahirah.

Ibn al-‘Arabi al-Maliki dalam kitab “al-Masalik fi Syarh Muwattha’ Malik “ mengatakan: “Adapun bersedekah dan menafkahi keluarga dan kerabat maka itu adalah sebuah kebaikan yang disepakati, jika bertujuan untuk mencari ridha Allah Ta’ala.” Kemudian, beliau menyebutkan syair yang digubah oleh Abdul Malik bin Habib al-Maliki (w. 238 H). Syair ini ditujukan sebagai nasihat bagi raja di Andalus, Abdurrahman bin al-Hikam bin al-Hisyam:

لا تَنْسَ لا ينسكَ الرحمنُ عاشورا … واذكره لا زِلتَ في الأخيار مذكورا
قالَ الرَّســــــــــولُ صـــلاة الله تشمله … قولًا وجدنا عليه الحـــــــــقَّ والنــــــــــورا
من بات في ليل عاشوراء ذا سعةٍ … يكنْ بعيشتهِ في الحــــــول محبـــــــــــــــورا
فارغــــــــــــب فديتك فيما فيه رغَّبنا … خيرُ الورى كلِّـــــهم حيًّا ومقبـــــــــــــورا

Jangan lupa di Hari Asyura, Yang Maha Pengampun tak melupakanmu *** Ingatlah Allah, engkau senantiasa diingat para orang pilihan.

Rasulullah, Salawat senantiasa melingkupinya, bersabda **** sabda yang kami lihat memiliki cahaya kebenaran

Siapa yang bersedekah di malam Asyura karena berlebih hartanya *** sepanjang tahun akan mendapatkan kebahagiaan.

Baca Juga :  Hukum Mencium Kemaluan Istri

Segera tunaikah sedekahmu sesuatu anjuran Nabi *** mereka (yang bersedekah) adalah mahkluk-makluk terbaik semua baik saat hidup maupun mati.

Sulaiman al-Jamal al-Syafi’I dalam kitab “Hasyiyatul al-Jamal ‘ala Fath al-Wahhab” mengatakan: “disunnakan di hari Asyura bersedekah kepada keluarga dan kerabat handai taulan. Juga bersedekah kepada fakir miskin jika tidak memberatkan. Jika di hari Asyura ia tak punya apa-apa, maka hendaklah bersedekah dengan akhlak yang baik dan berhenti berbuat kezaliman.”

Burhanuddin Ibn al-Muflih al-Hanbali dalam kitab “al-Mubdi’ fi Syarh al-Muqni’ mengatakan: “disunahkan untuk bersedekah kepada keluarga dan handai taulan. Ibn Manshur pernah memastikan kebenaran ini kepada Imam Ahmad (bin Hanbal). Lalu beliau berkata: “Betul (itu Sunnah).”

Kesimpulannya, bersedekah kepada kerabat adalah sunnah yang bersumber dari Nabi Saw. Dan, ini menjadi amaliah para ulama salaf dan para ahli fikih sudah menegaskan hal itu tanpa ada perbedaan pendapat. Wallahu A’lam.

Diterjemahkan dari situs Darul Ifta al-Mishriyyah dengan perubahan seperlunya.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here