Kesulitan itu Menguatkan, Bersyukurlah

0
1427

Tuhan mengharubirumu
Dari satu rasa ke rasa yang lain
Dan mengajarmu hal-hal yang berlawanan
Agar kau memiliki dua sayap untuk terbang

BincangSyariah.Com – Puisi Maulana Rumi di atas mengajarkan bahwa kesulitan dan kesedihan itu dapat menyempurnakan kekuatan manusia. Lantas apa yang harus dilakukan saat kesulitan datang seakan-akan membuat kita menjadi orang yang rapuh seketika? Jawabannya adalah belajarlah untuk tidak mengeluhkannya.

Tetapi maknailah kesulitan tersebut dengan rasa yang sabar dan ikhlas. Karena kesulitan yang Allah kirimkan hanya sebuah cara agar kita mengetahui bahwa hati kita akan menjadi kuat bila terus dilatih dengan sabar dan ikhlas ketika berjumpa dengan sebuah kesulitan.

Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya. Sebagaimana Allah menjanjikan sebuah kemudahan setelah kita melalui kesulitan hidup. Dalam QS At Thalaq ayat 7 disebutkan:

سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

Allah akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan

Allah mengutus kesulitan tersebut bukan karena tidak lagi menyayangi hamba tersebut, melainkan sebatas perantara agar hamba tersebut semakin mendekat kepada-Nya.

Ibnu Rajab berkata, “Jika kesulitan itu semakin terasa sulit dan semakin berat maka seorang hamba akan menjadi putus asa dan demikianlah keadaan makhluk yang tidak bisa keluar dari kesulitan. Akhirnya, ia pun menggantungkan hatinya kepada Allah.”

Kondisi tersebut terjadi ketika seseorang menerima kesulitannya dengan sabar dan tidak menyalahkan Tuhan. Di sinilah Allah mengajarkan hati untuk tetap tenang dalam kondisi yang tidak mengenakkan. Kesulitan tersebut Allah kirim kepada kita tak lain agar kita bisa melatih hati dan semakin kuat dengan rasa sabar, walaupun kondisi yang ada seakan-akan tidak bersahabat sama sekali.

Saat kita menyadari bahwa kesulitan  tersebut adalah jalan dari Allah yang menjadikan hati lebih kuat, maka di situlah hati akan menjaid tenang dan ringan. Dan tahukah kita apa penyebab cobaan itu serasa memberatkan hati? Yaitu karena kadang kita mengeluhkannya tiada henti, sebab dengan mengeluh semaunya akan menjadi sulit, dan dengan mengeluh kita akan lupa bahwa Allah sesungguhnya bersama kita.

Baca Juga :  Fadhilah Puasa Memperbanyak Ketaatan dan Mensyukuri Nikmat Tuhan

Oleh sebab itu, bersyukurlah bagi siapa saja yang sedang atau telah melewati banyak kesulitan dalam hidupnya. Sebab di situlah Allah banyak memberikan kekuatan yang istimewa  saat kita menjalaninya dengan jalan yang benar. Bersyukur dengan apapun rasa yang diutus oleh Allah adalah satu tanda kita masih beriman kepada-Nya.

Syukur dan iman itu laksana dua sisi mata uang ynag tak bisa dipisahkan. Di mana seorang hamba bisa bersyukur dalam kondisi sulit, di situlah ia masih menjaga keimannya dengan baik pula. Sebagaimana firman Allah dalam QS An Nisa ayat 147:

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here