Kesalahan Fatal Neno Warisman saat Membaca Surah Al-Qadr

1
1678

BincangSyariah.Com – Nama Neno Warisman mendadak viral karena puisi perang badar yang beberapa hari lalu ia bacakan pada acara malam munajat 212 yang diadakan di Monas, Jakarta. Puisi tersebut mendapat banyak komentar tak hanya dari beberapa tokoh politik tapi juga tokoh agama dan masyarakat muslim pada umumnya.

Namun kali ini, tulisan ini tidak akan membahas mengenai puisi yang diviralkan oleh mantan penyanyi dan bintang era 1980-an itu. Namun pasca viralnya puisi Neno kemarin, di Youtube mendadak banyak video Neno Warisman lainnya, tidak hanya soal puisi tapi juga ada beberapa ceramah yang memuat bacaan Alquran Neno yang ternyata terdapat beberapa kesalahan bacaan, yaitu ketika Neno membacakan surah Al-Qadr.

Yang menarik dari video tersebut, sekilas saja jika penulis dengar bacaan Alquran Neno, dapat dengan mudah diketahui beberapa kesalahan tanda baca atau tajwid dalam pelafalan surah Al-Qadr. Misalnya saja panjang-pendek pelafalan setiap kalimat surah yang dibaca Neno itu tidak sesuai. Maka tidak heran jika banyak video reaksi yang dibuat para youtuber lain.

Setidaknya, jika mengutip penjelasan ustad Harisun Abd Hadi  dalam video yang diunggahnya, terdapat 13 kesalahan pada cara membaca Neno saat membaca surah Al-Qadr dalam video tersebut.

Namun kesalahan yang paling fatal adalah Neno menambahkan satu huruf yang seharusnya tidak ada pada ayat keempat. Yaitu penampahan huruf ha pada kalimat bi izni +(hi). Padahal seharusnya yang benar tanpa penambahan kata hi, seperti pada ayat berikut

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

tanazzalul-malā`ikatu war-rụḥu fīhā bi`iżni rabbihim, ming kulli amr

Artinya ; Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. (QS. Al-Qadr ; 4)

Baca Juga :  Habib Zen bin Smith: Hasil Pemilu Penting tapi Persatuan Indonesia Lebih Penting

Kesalahan itu fatal karena dapat mengubah arti firman Allah Swt. Hi dalam bahasa arab merupakan kata ganti tunggal yang menunjukkan pada subjek atau objek dalam sebuah gramatikal bahasa arab. Jika menambahkan tanda baca tersebut maka bisa merujuk pada kata ruh / jibril pada kalimat di atas. Atau pada objek dan subjek lainnya yang disebutkan pada kalimat/ayat sebelumnya pada surat tersebut.

Karena itulah penting bagi seorang penceramah agar mau belajar untuk mengerti dan memahami cara membaca Alquran yang benar, minimal ilmu tajwid atau ilmu yang memmpelajari tata cara membaca Alquran yang benar. Sebab itu adalah dasar yang harus dikuatkan agar ceramah atau tausiyah yang disampaikan sesuai dengan ajaran Islam.

Lebih bagus lagi jika sang penceramah juga mengerti gramatikal bahasa arab, karena dengan menguasainya, sang penceramah akan terhindar dari menambahkan huruf pada ayat Alquran selain itu juga ia akan memiliki akses utama terhadap ilmu-ilmu islam yang kebanyakan berbahasa arab, seperti pada kitab kuning yang ditulis oleh para ulama terdahulu.

Wallahu’alam.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here