Kepribadian Islami: Solusi Masalah Kesehatan Mental

2
531

BincangSyariah.Com – Kesehatan mental atau mental health menjadi sorotan banyak orang. Ada banyak orang yang percaya bahwa kepribadian islami adalah solusi masalah kesehatan mental. Benarkah demikian?

Sayangnya, masalah kejiwaan yang dihadapi seseorang lebih sering mendapat reaksi negatif dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Hal tersebut disebabkan keterbatasan pemahaman masyarakat mengenai gangguan jiwa.

Melalui berbagai sumber, Wikipedia mencatat bahwa kesehatan jiwa atau mental adalah tingkatan dalam kesejahteraan psikologis atau keadaan di mana tidak ada gangguan jiwa dalam diri seorang manusia yang terdiri dari jiwa dan raga. Secara umum, kesehatan mental terdiri dari empat jenis kondisi yang dikategorikan dalam kondisi sehat, gangguan kecamaskan, stres, dan depresi. (Baca: Terapi Kesehatan Jiwa dengan Shalat Tahajud)

Sementara itu, menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kesehatan mental yang baik adalah kondisi saat batin di mana manusia berada dalam keadaan tenteram dan tenang sehingga memungkinkan seorang manusia untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitarnya.

Dalm tradisi dan budaya yang menghubungkan kasus gangguan jiwa dengan kepercayaan masyarakat, ada penyebab yang mengakibatkan sebagian masyarakat tidak terbuka dengan penjelasan-penjelasan yang lebih ilmiah. Alasan itulah yang menjadikan masyarakat yang memilih untuk mengesampingkan perawatan medis dan psikiatris terhadap gangguan mental.

Pandangan Islam Tentang Kesehatan Mental

Terkait kepribadian Islam sebagai jawaban untuk masalah kesehatan jiwa, pandangan Islam tentang gangguan mental tidak jauh berbeda dengan pandangan para ahli kesehatan mental pada umumnya.

Istilah “kesehatan mental” berasal dari konsep mental hygiene. Kata mental sendiri diambil dari bahasa Yunani yang pengertiannya sama dengan psyche dalam bahasa Latin yang memiliki arti psikis, jiwa atau kejiwaan.

Baca Juga :  Tafsir Surah Al-Humazah 1-9 : Ancaman Bagi Pengumpat dan Penumpuk Harta

Mental hygiene dimaknai sebagai kesehatan mental atau jiwa yang dinamis, tidak statis. Hal tersebut disebabkan karena menunjukkan adanya usaha peningkatan dalam kondisi kesehatan mental seorang manusia.

Dalam buku Kesehatan Mental (1985), Zakiah Daradjat mendefinisikan kesehatan mental dengan empat pengertian sebagai berikut:

Pertama, kondisi terhindarnya orang dari gejala-gejala gangguan jiwa atau neurose dan dari gejala gejala penyakit jiwa atau psychose.

Kedua, kemampuan seorang manusia untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan masyarakat serta dengan lingkungan sekitar di mana ia hidup.

Ketiga, pengetahuan dan perbuatan yang memiliki tujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi yakni bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin. Pemanfaatan tersebut akan membawa seorang manusia pada kebahagiaan diri dan orang lain dan terhindar dari gangguan-gangguan serta penyakit jiwa.

Keempat, terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa dan kesanggupan seorang manusia untuk menghadapi masalah-masalah yang biasanya terjadi dalam hidupnya dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya sendiri.

Sebagai sebuah agama, Islam memberikan ajaran dan petunjuk yang lengkap, termasuk bagaimana metode perawatan kesehatan mental. Hubungan agama dengan kesehatan mental dalam Islam adalah sebagai terapi.

Letak hubungan tersebut ada pada sikap penyerahan diri seutuhnya kepada Allah Swt. dengan penyerahan sepenuhnya. Ketenangan jiwa akan di dapati, yang nantinya dapat membentuk hidup manusia jadi seimbang dunia akhirat.

Semua orang yang ada di dunia ini pasti ingin untuk hidup sehat, karena kesehatan adalah harta yang tak ternilai harganya, banyak cara yang di tempuh oleh semua orang untuk memperoleh kesehatan. Seseorang dikatakan sehat tidak hanya dilihat dari segi fisiknya saja, tetapi juga harus ditinjau dari segi kesehatan mentalnya.

Baca Juga :  Ini Alasan Khilafah dan Pancasila Tak Perlu Dipertentangkan

Mental adalah salah satu unsur pembentuk jiwa. Kesehatan mental sangat penting dijaga, sebab fisik yang kuat tak akan berarti tanpa mental jiwa yang sehat. Tidak seorang manusia pun yang tidak ingin menikmati ketenangan hidup. Semua orang berusaha mencari ketenangan tersebut.

Dalam perjalanannya, berbagai macam sebab dan rintangan mungkin terjadi sehingga banyak orang yang akan mengalami kegelisahan, kecemasan dan ketidakpuasan. Hidup yang bermakna akan menjadi sebuah jawaban.

Kepribadian Islam menjadi harapan di tengah-tengah kemajemukan masyarakat dan peradaban global. Kepribadian Islami adalah jawaban untuk masalah kesehatan mental dalam kehidupan manusia, terutama seorang Muslim.[]

2 KOMENTAR

  1. […] Hakikat kepribadian seorang Muslim dalam konteks di atas bisa diartikan sebagai identitas yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas bagi keseluruhan tingkah laku sebagai Muslim. Identitas tersebut mencakup tingkah laku secara lahiriyah dan sikap secara batinnya. (Baca: Kepribadian Islami: Solusi Masalah Kesehatan Mental) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here