Kepemimpinan Perempuan dalam Fikih Islam

5
11540

BincangSyariah.Com – Untuk menerangkan posisi perempuan dalam fikih kita perlu menerangkan spirit Alquran dan Islam sendiri terhadap perempuan. Benarkah Islam menolak kepemimpinan perempuan? Dan bagaimana tinjauan para ulama dalam melihat posisi perempuan? Apakah dalam Islam tidak dibenarkan seorang perempuan menjadi pemimpin?

Pada dasarnya tidak ada pembedaan yang paling fundamental antara derajat perempuan dan laki-laki. Karena Alquran telah menyebutkan bahwasanya perempuan dan laki-laki setara derajatnya. Ini ditegaskan dalam banyak Alquran. QS. Alhujurat:13, Annahl:97. Di ayat lain, perempuan dan laki-laki memiliki potensi yang sama untuk berprestasi. QS. Annisa:124. Jelas sekali bahwa tidak ada pembedaan secara prinsipil antara laki-laki dan perempuan.

Dalam konteks saat ini, siapa pun bisa meraih kesuksesan dan cita-cita yang diharapkan. Perempuan memiliki hak yang sama di ranah publik, sebagai pejabat daerah, bahkan kalau bisa sebagai presiden. Banyak bukti negara-negara muslim yang pernah dipimpin oleh perempuan seperti Bennazir Butho di Afghanistan dan di Indonesia pun pernah.

Secara de facto memang begitulah yang terjadi. Tetapi jika kita telusuri secara doctrinal ada beberapa larangan yang menyebutkan perempuan tidak berhak menjadi pemimpin karena dikhawatirkan akan terjadi kekacauan dan ketidaksuksesan negara yang dipimpinnya. Bagi sebagian kelompok yang melarang perempuan menjadi pemimpin, kerap kali mendasarkan pada hadis berikut:

لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَوْ أَمْرَهُمْ إِمْرَأَةٌرواه البخارى و النسائى و الترمذى و أحمد

Tidak akan sukses suatu kaum jika urusan mereka dikuasai oleh perempuan. (HR. Al-Bukhari, an-Nasa’i. Al-Tirmidzi, Ahmad).

Para ulama hadis memahami makna hadis di atas dengan konteks asbab al-wurud. Ketika Nabi Muhammad Saw mendengar bahwa saat itu kerajaan Persia (Kisra) memimpin sebuah Negara, yang membentang antara Bashrah dan Omman mendapatkan sebuah surat dakwah dari Nabi Muhammad Saw. tetapi surat tersebut disobek oleh raja tersebut. Seperti diceritakan dalam ‘Umdatul Qari, bahwa raja tersebut pada akhirnya meninggal dan kerajaan Persia tidak memiliki keturunan yang mampu untuk melanjutkan kerajaan, kecuali seorang gadis kecil.

Tentang hadis tersebut, para ulama mengomentarinya sesuai dengan asbab al-wurudnya. Imam al-Baghawi memberikan alasan bahwa seorang imam (pemimpin) harus keluar untuk berjihad dan mengurus urusan (permasalahan) umat. Sedangkan perempuan tidak mampu untuk mengatur urusan orang banyak (umat) karena ia lemah (li ‘ajziha) dan juga kurang memiliki kecakapan (naqsiha). (al-Baghawi, Syarh as-Sunnah).

Dalam konteks itulah, hadis Nabi tentang larangan perempuan memimpin mendapatkan maknanya. Keumuman ‘perempuan’ dalam redaksi hadis tidak bisa dijadikan sebuah dalil pelarangan perempuan menjadi pemimpin. Sebagaimana dalam istilah ahli tafsir, al-‘Ibratu bi Khusus al-Sabab la bi ‘Umum al-Lafazh.

Dengan demikian, dalam konteks yang lebih substantif, pesan Nabi bisa kita pahami sebagai upaya prefentif terhadap orang yang tidak layak untuk memimpin sehingga mendatangkan kemudharatan bagi rakyat. Mafhum mukhalafah-nya, selama perempuan itu kuat dan mampu untuk melakukan tata-kelola pemerintah dan profesional, maka perempuan berhak untuk menjadi pemimpin.

Wallahu A’lam

5 KOMENTAR

  1. Di sini sy pusing apakah bisa seorang perempuan menjadi pemimpin tetapi dalam hukum Islam mengatakan perempuan tidak boleh menjadi seorang pemimpin
    #menurut buku yang pernah saya baca

  2. Laki laki pemimpin bagi perempuan tp sekarang orang menafsirkan al quran dan hadis sesuai kepentingannya apa memang sdh tidak ada laki- laki yg bisa jadi pemimpin??

  3. Laki laki pemimpin bagi perempuan tp sekarang orang menafsirkan al quran dan hadis sesuai kepentingannya apa memang sdh tidak ada laki- laki yg bisa jadi pemimpin??

  4. Kaidah ushul yg rojih menurut jumhur

    العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

    Jika kaidahnya dibalik (seperti yg mini sebutkan), konsekwensinya akan banyak dalil yg tidak terpakai, krn beberapa ayat dan hadits turun krn sebab tertentu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here