Kepedulian Sosial dalam Islam

5
7954

BincangSyariah.Com – Kepedulian sosial dalam Islam merupakan manifestasi akhlak dan bagian dari ketakwaan seorang Muslim. Seseorang yang memiliki rasa peduli dan kemanusiaan terhadap sesama, maka Allah telah menjanjikan kemudahan dan pertolongan kembali untuknya di akhirat. Maraknya lembaga kepedulian sosial yang bergerak di berbagai aspek seperti pendidikan, penanggulangan bencana, hingga kesehatan patut diapresiasi dan didukung penuh.

Gerakan sosial tersebut tak hanya dilakukan dengan cara-cara konvensional, namun juga sering melibatkan media daring (online). Bahkan kepedulian sosial di media daring, tak hanya melibatkan sebuah kelompok, tapi juga digerakkan individu yang memiliki pengaruh cukup besar. Sebut saja seorang Youtuber, Reza Oktovian yang menyumbangkan channel Youtube-nya untuk Yayasan Ayo Indonesia, yayasan peduli kanker anak.

Perlu diketahui, Reza memberikan channel Youtube-nya dengan jumlah subscriber sebanyak 2.3 juta. Jumlah yang cukup fantastis untuk sebuah channel Youtube di Indonesia. Efeknya tentu saja selain terbantu secara finansial, kepedulian terhadap kanker anak di Indonesia dapat meluas, tak hanya berhenti di Yayasan Anyo Indonesia.

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah:

من نفس عن مؤمن كربة من كرب االدنيا نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة

Artinya: “Barang siapa yang melepaskan seorang Muslim dari satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan di dunia, niscaya Allah melepaskannya dari kesulitan-kesulitan hari Kiamat,”

Membantu melepaskan kesulitan seseorang tak selalu harus dengan gerakan besar yang dapat berefek luas, asalkan diniatkan dengan ikhlas, perbuatan itu sudah masuk kategori melepaskan kesulitan orang lain. Seperti contoh, membantu kesulitan saudara, teman, ataupun kolega yang sedang dirundung krisis keuangan juga bisa dikategorikan sebagai sikap peduli terhadap sesama.

Meminjamkan uang ataupun memberikan uang secara ikhlas kepada saudara, teman, ataupun kolega yang berada dalam kondisi keuangan yang tidak stabil, selain bentuk sikap peduli kita, hal ini juga dapat menghindarkannya dari pinjaman-pinjaman riba yang dapat merugikan ibadahnya.

Baca Juga :  Hikmah Puasa: Kesalehan Sosial

Namun tentu saja, kepedulian sosial tidak berhenti dan fokus pada soal materi semata. Bantuan tenaga dan juga pemikiran selagi itu bermanfaat dan membantu keadaan sosial yang berlaku, hal ini juga bisa dikategorikan sebagai sikap kepedulian sosial. Gerakan sosial yang memberi dampak positif pada lingkungan misalnya, selain membantu menjaga hak-hak alam dalam pelestariannya, hal yang mereka lakukan juga bentuk menjaga lumbung pangan umat manusia.

Kepedulian sosial dalam Islam bersifat universal, tidak hanya berfokus pada satu golongan tertentu, apalagi ras. Menolong orang lain sebenarnya adalah bagian dari sikap menolong agama Allah. Apalagi Allah menjamin keselamatan dan pertolongan kepada umatNya yang mau berkontribusi dalam gerakan kepedulian sosial. Allah berfirman:

ياايها الذين امنوا ان تنصروا الله ينصركم

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong agama Allah, maka Allah akan menolongmu,”

Kepedulian sosial dalam Islam harus dimaknai seluas-luasnya, tak boleh berhenti pada satu golongan saja yang menyempitkan makna dari ajaran Islam itu sendiri. Karena memang sesungguhnya, Allah menurunkan agama Islam ke bumi sebagai rahmat semesta alam. Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang ditolong Allah baik dunia maupun akhirat. Amin ya Rabbal-alamin.
Wallahu a’lam.

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here