Kenapa Ada Hujan yang Mendatangkan Bencana? Ini Pandangan Ulama Tafsir

0
101

BincangSyariah.Com – Turunnya hujan adalah salah satu nikmat bagi makhluk di bumi. Bukan hanya manusia, binatang dan tumbuhan memerlukan pasokan air yang memadai dan mencukupi. Air hujan bukan satu-satunya sumber mata air. Namun, saat kemarau panjang, pasokan air dalam bumi akan berkurang. Bahkan di sebagian wilayah mengalami kekeringan dan kekurangan mata air. Termasuk di sebagian wilayah negara kita, Indonesia.

Turunnya hujan adalah rahmat dari Allah Swt. untuk kita. Air hujan adalah keberkahan yang Allah turunkan untuk makhluknya di muka bumi. Allah Swt. berfirman,

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً مُّبٰرَكًا فَاَنْۢبَتْنَا بِهٖ جَنّٰتٍ وَّحَبَّ الْحَصِيْدِۙ

Dan dari langit Kami turunkan air yang memberi berkah lalu Kami tumbuhkan dengan (air) itu pepohonan yang rindang dan biji-bijian yang dapat dipanen (QS. Qaf (50): 9)

Kata “mubarokan” dalam Tafsir Jalalain, Juz 2/Hal. 426, ditafsiri dengan lafaldz “katsirul barokati“. Artinya, air hujan itu dapat memberikan banyak kemanfaatan dan keberkahan untuk makhluk di muka bumi. Bukan kemudaratan atau bencana bagi umat manusia.

Air hujan yang turun sudah diatur sebelumnya oleh Allah Swt. Ukuran atau kadar air hujan sudah disesuaikan dengan kebutuhan makhluk di muka bumi. Allah Swt. berfirman,

وَالَّذِيْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍۚ فَاَنْشَرْنَا بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا ۚ كَذٰلِكَ تُخْرَجُوْنَ

Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan) lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur). (QS. Az-Zukhruf (43): 11)

Dalam Tafsir Jalalain Juz 2/Hal. 400 dijelaskan bahwa air hujan yang diturunkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan manusia. Allah Swt. tidak menurunkan banjir atau longsor dan bencana lainnya. Karena sejatinya bencana itu akibat ulah manusia sendiri. Mereka yang menebang pohon secara liar, mengurangi daerah resapan air, dan suka membuang sampah sembarangan adalah “penyebab” berbagai bencana yg berkaitan dengan air.

Baca Juga :  Doa Saat Mendung, Turun Hujan, dan Hujan Berhenti Lengkap Beserta Latin dan Terjemahan

Padahal Allah Swt. sudah menegaskan bahwa air hujan itu menghidupkan tanah yang mati. Ia menyuburkan tanah yang tandus. Bukan mematikan atau membinasakan manusia dan makhluk lainnya. Air hujan adalah bentuk kasih sayang Allah Swt. pada hamba-Nya. Saat manusia kebingungan mencari air, Allah turunkan hujan sebagai rahmat-Nya. Allah Swt. berfirman,

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ

Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Maha Pelindung, Maha Terpuji. (Qs. As-Syura (42): 28)

Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam tafsirnya (Tafsir Jalalain, Juz 2/hal. 397) menjelaskan bahwa yang dimaksud rahmat dalam ayat tersebut adalah air hujan. Dalam artian, air hujan yang menjadi rahmat Allah Swt. untuk hamba-Nya diturunkan secara merata. Tidak ada yang kelebihan atau kekurangan air hujan. Karena hal itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan usaha masing-masing.

Oleh karena itu, buanglah anggapan hujan sebagai bencana. Karena Allah Swt. tidak menurunkan hujan sebagai bencana, tapi rahmat dan keberkahan. Melainkan manusianya-lah yang berulah tidak sesuai tuntunan dan peraturan agama sehingga menyebabkan turunnya bencana. Hujan adalah rahmat dan berkah, bukan laknat atau musibah. Maka dari itu, marilah kita sadari dan renungi bersama-sama berbagai musibah yang menimpa kita.

Semoga Allah Swt. selalu melindungi kita dari amukan air hujan yang dibuat-buat sendiri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Amin.

Allah Ta’ala A’lam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here