Ngaji di TPA dan Pentingnya Menjalani Tahapan Belajar Agama

0
771

Kamu kok bisa lancar baca al-Qur’an?”

“Kan belajarnya dari kecil.”

“Aku dulu juga ikut TPA pas masih SD. Waktu masuk SMP udah jarang banget. SMA udah nggak sama sekali. Sekarang apalagi.”

“Kamu mau belajar lagi nggak? Pelan-pelan aja, nggak harus langsung bisa.”

“Waah… Gimana yaa?”

BincangSyariah.Com – Sebuah percakapan yang menarik. Inilah salah satu fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. Hampir di setiap sudut perkampungan, dapat dengan mudah kita temukan banyak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

Pada sore hari, banyak anak kecil berjalan riang menuju langgar/surau atau rumah guru agama untuk belajar mengaji. Suara nyaring anak-anak yang sedang mengaji terdengar dimana-mana. Ada yang sudah lancar membaca al-Qur’an, ada juga yang masih terbata-taba. Pemandangan lainnya adalah para ibu yang rajin mengantarkan mereka ke TPA dan menunggu hingga selesai.

Beberapa bulan kemudian, pemandangan ibu-ibu mulai berkurang. Anak-anak mereka sudah semakin pede berangkat ke TPA. Bacaannya sudah semakin lancar, sehingga mereka tidak lagi merasa malu jika bacaannya salah seperti saat pertama belajar mengaji. Anak-anak tersebut kali ini memiliki target baru; mengkhatamkan jilid.

Ketika jilid dalam kitab-kitab belajar al-Qur’an telah dirampungkan dan dilancarkan, anak-anak akan memasuki proses mengaji al-Qur’an. Target berikutnya ialah khatam 30 juz. Mereka akan senang berlomba-lomba dengan teman sebaya tentang siapa yang nanti akan lebih dahulu khatam.

Anak-anak usia 3 sampai 12 tahun mendominasi tempat belajar mengaji. Ketika memasuki jenjang SMP, waktu mereka lebih banyak tersita oleh tugas sekolah. Akibatnya, anak-anak makin jarang mengaji. Padahal tak sedikit anak-anak yang belum terlalu lancar membaca al-Qur’an meski sudah memasuki usia SMP.

Di masa SMA, berkumpul dengan teman adalah prioritas. Kebiasaan ini juga mengakibatkan anak-anak tidak lagi punya waktu untuk mengaji al-Qur’an. Apalagi pengetahuan agama lainnya.

Baca Juga :  Tiga Tingkatan Ikhlas

Tulisan ini selengkapnya di bincangmuslimah.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here