Kenali Tujuh Macam Sifat Nafsu

1
2513

BincangSyariah.Com – KH. Sholeh Darat di dalam syarah Al-Hikam menerangkan bahwa para ulama ahli hakikat telah sepakat bahwa pangkal dari segala macam maksiat dan berpaling dari Allah swt. adalah suka menuruti nafsu. Lebih lanjut beliau juga menerangkan tentang tujuh macam sifat nafsu sebagai berikut.

Pertama. Nafsu Amarah, yaitu nafsu yang cenderung pada tabiat jasmani, cenderung pada kelezatan atau kenikmatan sementara. Yang dimaksud syahwat disini adalah ingin makan yang enak, tidur yang nyenyak, mengikuti perbuatan setan dan senang dunia. Dunia menurut nafsu amarah itu bagaikan mempelai perempuan yang dihias dan dipersiapkan, bahkan nafsu ini sangat ingin memeluknya.

Kedua. Nafsu Lawwamah, yaitu nafsu yang hadir ketika mengingat Allah swt., melaksanakan perintahNya dan berbuat kebajikan. Ketika melakukan perbuatan tercela, nafsu ini menyalahkan dirinya sendiri atas perbuatan aniaya yang diperbuat, kemudian memperbaikinya.

Ketiga. Nafsu Mulhimah, yaitu nafsu yang menghilangkan sifat was-was dan hadits nafsi (bisikan nafsu). Nafsu ini seringkali mengikuti nafsu ilham para malaikat tentang kebenaran dan mengikuti apa yang telah diperintahkan Allah. Jika, kebodohan nafsunya masih tersisa, ia menjadi rusak, walaupun badannya sudah rusak, nafsunya masih tetap.

Keempat. Nafsu Muthmainnah, yaitu nafsu yang bercahaya sebab cahaya hati, mampu membuang sifat-sifat yang tercela, seperti ‘ujub dan takabbur, mempunyai sifat yang baik seperti tawadlu’, ikhlas, tenang atau menerima apa yang diberikan Allah, dan tidak terombang ambing.

Kelima. Nafsu Radliyah, yaitu nafsu yang merasa melebur, sebab dirinya adalah sesuatu yang fana’ (gugurnya sifat-sifat tercela), ia menjadi jernih dengan tajalli kepada Allah.

Keenam. Nafsu Mardliyyah, yaitu nafsu yang bisa dicapai dengan maqam baqa’ (muncul dan tetapnya sifat-sifat terpuji).

Baca Juga :  Mudahnya Menjadi Muslim

Ketujuh. Nafsu ‘Ubudiyah, nafsu yang suka mengabdi atau menghamba, yakni melakukan segala amal perbuatan yang sifatnya mengabdi kepada Allah swt.

Berdasarkan keterangan tersebut, maka nafsu yang dapat menyebabkan seseorang bermaksiat dan malas beribadah adalah karena ia masih menuruti nafsu yang pertama, yakni nafsu amarah. Sementara macam sifat nafsu yang lainnya justru membangkitkan seseorang untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here