Kementerian Agama Merevisi Penulisan 186 Kata dalam Alquran

4
1621

BincangSyariah.Com – Lembaga yang menaungi urusan Alquran dibawah Kementerian Agama, Lajnah Pentashih Mushaf Alquran (LPMQ) mengadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Bogor. Acara dilaksanakan mulai tanggal 25-27 September 2018. Kegiatan ini dihadiri oleh para pakar Alquran dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Mesir, Pakistan, Yordania, dan Arab Saudi.

Lembaga yang dipimpin oleh Dr. Muhlis Hanafi, MA. ini menyepakati untuk melakukan revisi penulisan beberapa kata (rasm) dalam Alquran. Jumlah penulisan yang akan diperbaiki mencapai 186 kata.

Dalam rilis siaran pers Lajnah, perubahan yang dimaksud bukanlah merubah kata yang ada. Artinya, yang dimaksud bukanlah menggantinya dengan kata yang lain.

Mengutip langsung dari siaran pers LPMQ: “Perubahan yang dimaksud adalah penyempurnaan rasm sesuai dengan kaidah rasm ‘Utsmani. Penyempurnaan tersebut mengacu pada riwayat al-Syaikhānī: Imam Abu ‘Amr al-Dani (w. 444 H/1052 M) dan Abu Daud Sulaiman bin Nājah (w. 496 H/1022 M). Jika kedua jalur tersebut ada perbedaan pendapat maka riwayat yang dianggap kuat (tarjīh) adalah riwayat al-Dani. Perubahan rasm tidak mengubah bacaan, arti dan makna.”

Masih menurut siaran Pers LPMQ, perubahan rasm contohnya adalah sebagai berikut:

Surah al-Mu’minūn [23]: 2,

صَلَاتِهِمْ ————> صَلتِهِمْ

kata kedua tidak menggunakan alif sebagai penanda dua harakat kata lam.

Surah al-Baqarah [2]: 43,

الرَّاكِعُوْنَ ———–> الرّكِعُوْنَ

huruf raa’ kata kedua panjang namun tidak menggunakan alif sebagai penanda dua harakat.

Mengutip pernyataan Dr. Ahsin Sakho Muhammad sebagaimana rilis harian Republika, pakar ilmu Qiraat yang juga pernah memimpin LPMQ, “harapannya dengan dilakukan perbaikan dan penyempurnaan, mushaf standar Indonesia ini dipercaya di dunia Arab. Bahwa mushaf kita sudah sesuai dan diterima secara internasional. Para penerbit dan pembaca pun terbiasa dengan mushaf kita sendiri.”

Baca Juga :  Konsep Pembangunan Berkelanjutan dalam Alquran

Menurut Dr. Muhlis Hanafi, juga dikutip dalam siaran pers, temuan 186 kata sudah diteliti sejak tahun 2016 dengan melibatkan ulama Alquran yang berkompeten di bidang rasm dari dalam dan luar negeri.

4 KOMENTAR

  1. Assalamulaikum
    Tanya dong !!
    Boleh tau gak 186 kata itu apa aja
    Atau bisa kasih link daftar 186 kata yg direvisi penulisannya itu !!
    Terima kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here