Kemenag Gelar Uji Sahih Terjemahan Al-Qur’an

0
216

BincangSyariah.Com – Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI akan mengumpulkan ulama-ulama terkemuka di tanah air dalam rangka penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an. Pertemuan atau ijtima’ ulama tersebut ditujukan untuk menguji tingkat keshahihan terjemahan Al-Quran edisi penyempurnaan.

Uji publik atau uji shahih tersebut akan melibatkan para ulama seluruh Indonesia yang akan diadakan dalam forum Ijtimak Ulama Al-Qur’an Tingkat Nasional. Rencananya, forum ilmiah tersebut akan diselenggarakan di Bandung pada tanggal 8-10 Juli 2019.

Forum ilmiah ini bertujuan untuk menghimpun saran dan masukan dari para pakar Al-Qur’an guna perbaikan dan penyempurnaan Terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama Edisi Penyempurnaan yang telah disusun oleh Tim Kajian dan Pengembangan Terjemah Al-Qur’an LPMQ sejak tahun 2016-2019, serta membahas persoalan aktual yang terkait dengan terjemah, tafsir Al-Qur’an, dan tema-tema aktual yang berkembang di tengah masyarakat.

Sebagaimana diketahui, penyempurnaan terjemah Al-Qur’an yang merupakan rekomendasi dari Mukernas Ulama Al-Qur’an tahun 2015 terhadap pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama RI.

Sebelum dilakukan uji shahih terakhir, telah dilaksanakan empat rangkaian konsultasi publik lainnya. Sebagaimana diketahui uji shahih terjemahan Al-Quran ini  dilakukan melalui lima rangkaian kegiatan sebelum resmi disebarluaskan ke masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

Rangkaian kegiatan tersebut, yaitu; pertama, Konsultasi publik ke komunitas-komunitas tertentu, dari perguruan tinggi, Majelis Ulama Indonesia dan pesantren untuk menjaring masukan dan saran konstruktif untuk penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an.

Kedua, Konsultasi publik secara online melalui portal konsultasi publik; Ketiga, Penelitian lapangan terkait penggunaan terjemahan Al-Qur’an di masyarakat; Keempat, Sidang reguler anggota tim pakar kajian;

Kelima, Uji Publik atau uji shahih hasil kajian dan penyempurnaan terjemahan Al-Qur’an melalui forum ilmiah yang dihadiri oleh para ulama dan pakar Al-Qur’an dari belbagai provinsi di Indonesia. Ada beberapa aspek yang disempurnakan, di antaranya aspek bahasa, substansi atau makna, dan konsistensi.

Baca Juga :  Calon Suami Belum Mampu, Sahkah Menikah Tanpa Mahar?

Ijtimak Ulama Al-Qur’an Tingkat Nasional tahun ini mengambil tema “Uji Sahih Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan” dan diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari para ulama, akademisi, dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Al-Qur’an dari unsur Kementerian Agama RI, Majelis Ulama Indonesia, Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI, Dosen Perguruan Tinggi Islam, Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren, Asosiasi Ilmu Al-Qur’an, dan Pusat Studi Al-Qur’an.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi MA., ada dua agenda besar Ijtimak Ulama Al-Qur’an Tingkat Nasional. Pertama, Seminar Penerjemahan Al-Qur’an. Seminar ini akan mendiskusikan kajian seputar penerjemahan Al-Qur’an dan hal-hal yang terkait dengan upaya penerjemahan Al-Qur’an. Narasumber Seminar Penerjemahan Al-Qur’an diantaranya Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, Ph.D, Dr. TGH Zainul Majdi, MA, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum, Dr. H. Muchlis M. Hanafi, MA, dan Prof. Dr. Said Agil al-munawwar.

Kedua, Pembahasan Terjemahan Al-Qur’an Kementerian Agama Edisi Penyempurnaan juz 21-juz 30 sebagai kelanjutan dari Mukernas Ulama Al-Qur’an tahun 2018 yang telah membahas juz 1-juz 20. Ijtimak Ulama Al-Qur’an Tingkat Nasional ini diharapkan menjadi sarana uji publik atau uji shahih terjemah Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan. Kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan rekomendasi sebagai panduan dan bahan pertimbangan untuk kajian Al-Qur’an di masa yang akan datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here