Kehidupan Dunia Hanya Sementara, Kita Tak Perlu Mengoyok-oyok

2
7940

BincangSyariah.Com – Kehidupan dunia dalah kehidupan yang penuh tipu daya dan permainan yang memperdayakan. Perumpaan orang-orang yang mengejar kesenangan dunia adalah orang-orang yang sedang dalam permainan yang melelahkan, yang tak lama kemudian berganti dengan peneysalan yang panjang.

Allah sering mengingatkan  bahwa kehidupan dunia itu hanyalah sebuah permainan dan senda gurau. Banyak orang terlena dengan indahnya tanaman di kebun, namun ketika dipetik, didiamkan sejenak, tanaman tersebut menjadi layu, dan kemudian hancur. Karena kesenangan-kesenangan duniawi itu hanya sebentar dan tidak kekal, maka mestinya tidak ada orang yang terperdaya serta tidak menyebabkan lupa urusan akhirat. Dalam QS Al Hadid ayaut 20 diceritakan:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُور

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadid : 20)

Hidup di dunia ini memang terasa lebih menyenangkan bagi mereka yang memang begitu menikmati peran dan permainannya. Namun tak sedikit pula orang-orang yang engan untuk mengambil peran dan permainnanya, justru ingin segera meninggalkan dunia hanya ingin berjumpa dengan Tuhannya. Mereka memilih menutup mata dari silaunya nikmat dunia. Sebab mereka mengerti betapa beratnya perpisahan dengan kehidupan dunia jika terlanjur mencintainya. Dalam sebuah hadis tersuratkan:

Baca Juga :  Bolehkah Istri Mengambil Uang dari Dompet Suami Tanpa Izin?

إني أحذركم الدنيا وحلاوة رضاعها ومرارة فطامها

Hati-hatilah engakau denga kehiudpan dunia. Memang terasa manis saat engkau menyusu kepadanya, namun terasa pahit saat kau disapih dengannya

Hadis tersebut mengingatkan kita, bagaimana seharusnya kita menjaga sikap terhadap sesuatu yang bernama kehidupan dunia. Terlihat begitu manis ketika di awal waktu, namun lambat laun kita akan menjadi budaknya ketika sudah mencintainya. Sehingga perpisahan dengannya berasa negitu berat.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here