Kategori Syahid dalam Kematian Saat Ibadah Haji

0
525

BincangSyariah.Com – Syahid dalam kematian adalah sebuah predikat yang selalu diimpikan oleh setiap umat Nabi Muhammad di akhir hayatnya. Allah dan Rasul-Nya telah memberikan berbagai janji kenikmatan bagi orang-orang yang meninggal dunia dengan jalan syahid. Kemuliaan orang yang mati syahid juga tercermin dalam firman Allah,

وَلاَ تَحْسَبَنَّ  الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (Q.S Ali Imran; 169)

Telah kita ketahui bersama bahwasanya predikat syahid diberikan kepada kaum muslim yang meninggal saat sedang berkecamuknya perang dalam memperjuangkan agama Allah. Caranya adalah dengan melawan musuh-musuh-Nya dengan berharap semata pada keridloan Allah.

Hal ini sebagaimana terjadi pada para syuhada’ yang meninggal saat berkecamuknya perang Badar ataupun perang Uhud. Paman Nabi, Sahabat Hamzah yang meninggal saat terjadinya perang Uhud, disebut-sebut oleh Rasulullah sebagai pemuka para syahid di akhirat kelak.

Istilah ysahid ternyata tidak hanya diberikan bagi para pejuang agama Allah semata.  Syahid dalam kematian juga juga diberikan kepada mereka yang mendapati kematian pada kondisi selain peperangan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914)

Ulama kemudian membagi istilah syahid menjadi tiga macam, yakni:

  1. Syahid dunia dan akhirat; predikat ini hanya didapat oleh orang yang meninggal dalam memperjuangkan agama. Yakni dalam peperangan melawan musuh-musuh islam.
  2. Syahid dunia; predikat ini disandang oleh orang yang meninggal dalam peperangan bukan dengan tujuan menegakkan agama Allah akan tetapi karena ingin dipuji, atau harapan duniawi lainnya.
  3. Syahid akhirat; predikat ini digapai golongan orang-orang tertentu yang menurut kalangan Hanabilah berjumlah lebih dari 20 sedangkan menurut as-Syuyuthi berjumlah 30. Diantaranya adalah orang yang meninggal karena tenggelam, tertimpa reruntuhan, dalam melaksanakan ibadah, seperti orang yang meninggal dalam melaksanakan ibadah haji.
Baca Juga :  Hukum Mengebiri Hewan Peliharaan

Penjelasan tentang predikat syahid akhirat bagi seseorang yang sedang melaksanakan ibadah haji bisa kita simak dalam kitab al-Fiqh al-Islami (j. 2 h. 560),

قال الحنابلة الشهداء غير شهيد المعركة بضعة وعشرون وعدهم السيوطي نحو الثلاثين … ومن مات في سبيل الله كمن مات في الحج ومن مات في طلب العلم.

“Madzhab Hanabilah berkata: “Syuhada selain mati syahid karena peperangan berjumlah lebih dari dua puluh. As-Suyuthi menghitungnya lebih dari tiga puluh. Diantaranya ialah … orang yang mati di jalan Allah, sebagaimana orang yang mati saat haji atau saat menuntut ilmu”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here