Kasur Terkena Kencing, Apakah Menjadi Suci dengan Dijemur?

0
1405

BincangSyariah.Com – Kasur biasanya rentan terkena najis pipis atau kencing bayi dan anak-anak. Sebagian orang kadang hanya menjemurnya tanpa dibasuh dengan air. Sebenarnya, jika kasur terkena kencing, apakah bisa menjadi suci dengan hanya dijemur?

Terdapat perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini. Setidaknya, ada dua pendapat ulama terkait apakah sesuatu yang najis bisa suci dengan cara dijemur. (Bolehkah Membersihkan Kencing Bayi dengan Percikan Air?)

Pertama, menurut Imam Abu Hanifah, di antara alat yang bisa mensucikan najis adalah api dan panas matahari. Karenanya, jika ada benda terkena najis kemudian dikeringkan dengan cara dijemur pada matahari, maka benda tersebut bisa suci jika sudah kering.

Misalnya, kulit bangkai hewan bisa suci dengan cara dijemur tanpa perlu disamak. Juga tanah yang terkena najis, jika terkena matahari dan kemudian karing, maka tanah tersebut menjadi suci. Begitu juga dengan kasur yang terkena najis, misalnya terkena kencing, menurut Imam Abu Hanifah, kasur tersebut bisa suci dengan cara dijemur pada matahari tanpa perlu diuscikan dengan air.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Rahamtul Ummah berikut;

ليس للنار والشمس في إزالة النجاسة تأثير إلا عند أبي حنيفة حتى إن جلد الميتة إذا جف في الشمس طهر عنده بلا دبغ وكذلك إذا كان على الأرض نجاسة فجفت في الشمس طهر موضعها وجازت الصلاة عليه لا التيمم به

Api dan matahari tidak memiliki fungsi menghilangkan najis kecuali menurut Imam Abu Hanifah. Bahkan menurut beliau, kulit bangkai bisa suci dengan dijemur pada matahari tanpa perlu disamak. Begitu juga jika tanah terkena najis, kemudian karing karena terkena matahari, maka tempat najis itu menjadi suci dan shalat di atasnya hukumnya sah, namun tidak sah jika dijadikan alat tayamum.

Baca Juga :  Hukum Salat di Atas Kasur

Kedua, menurut ulama Syafiiyah, benda yang terkena najis tidak bisa suci dengan cara dijemur pada matahari atau dipanaskan dengan api. Benda tersebut menjadi suci dengan cara dibasuh dengan air.

Oleh karena itu, jika kasur terkena kencing, misalnya, maka kasur tidak bisa suci dengan hanya dijemur pada matahari saja. Ia wajib dibasuh dengan air. Jika kencing tersebut masih basah, maka wajib dibasuh dengan air hingga warna, bau dan rasa kencing tersebut hilang. Namun jika kencing tersebut sudah karing karena sudah dijemur, misalnya, maka cukup dituangkan air pada area kasur yang terkena najis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here