Kasih Sayang Nabi kepada Binatang

0
481

BincangSyariah.Com – Saat melihat kucing mengeong sampai menangis, apa yang kita rasakan? Saat melihat kamibng mengembek sampai menangis, apa yang kita rasakan? Saat melihat ayam berkokok sampai menangis, apa yang kita rasakan?

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا مَهْدِيٌّ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي يَعْقُوبَ، عَنِ الْحَسَنِ بْنِ سَعْدٍ مَوْلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ، قَالَ: أَرْدَفَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلْفَهُ ذَاتَ يَوْمٍ، فَأَسَرَّ إِلَيَّ حَدِيثًا لَا أُحَدِّثُ بِهِ أَحَدًا النَّاسِ، وَكَانَ أَحَبُّ مَا اسْتَتَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَاجَتِهِ هَدَفًا، أَوْ حَائِشَ نَخْلٍ، قَالَ: فَدَخَلَ حَائِطًا لِرَجُلٍ الْأَنْصَارِ فَإِذَا جَمَلٌ، فَلَمَّا رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَنَّ وَذَرَفَتْ عَيْنَاهُ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَسَحَ ذِفْرَاهُ فَسَكَتَ، فَقَالَ: «مَنْ رَبُّ هَذَا الْجَمَلِ، لِمَنْ هَذَا الْجَمَلُ؟» ، فَجَاءَ فَتًى مِنَ الْأَنْصَارِ فَقَالَ: لِي يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ: أَفَلَا تَتَّقِي اللَّهَ فِي هَذِهِ الْبَهِيمَةِ الَّتِي مَلَّكَكَ اللَّهُ إِيَّاهَا؟، فَإِنَّهُ شَكَا إِلَيَّ أَنَّكَ تُجِيعُهُ وَتُدْئِبُهُ.

Telah menceritakan kepada kami Mūsā ibn Ismā‘īl, telah menceritakan kepada kami Mahdī, telah menceritakan kepada kami Ibn Abī Ya‘qūb dari al-Ḥasan ibn Sa‘d mantan budak al-Ḥasan ibn ‘Alī, dari ‘Abd Allāh ibn Ja‘far, ia berkata; Rasulullah SAW pada suatu hari pernah memboncengkanku di belakangnya kemudian beliau membisikkan suatu perkataan kepadaku yang tidak aku ceritakan kepada siapapun. Dan sesuatu yang paling Rasulullah SAW senangi untuk menutupi hajatnya adalah tanah tinggi atau pohon kurma yang rimbun. Ia berkata; kemudian beliau memasuki kebun seorang laki-laki Anshar, dan kemudian tiba-tiba terdapat unta. Tatkala unta tersebut melihat Nabi SAW maka ia merintih dan kedua matanya mengeluarkan air mata. Kemudian Nabi SAW mendatanginya dan mengusap tulang di belakang telinganya, lalu unta tersebut terdiam. Lalu beliau berkata: “Siapakah pemilik unta ini?” kemudian terdapat seorang pemuda Anshar yang datang dan berkata; saya wahai Rasulullah. Kemudian beliau berkata: “Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam bertindak terhadap ibnatang ternak yang telah Allah berikan ini? Sesungguhnya unta tersebut telah mengeluhkan kepadaku bahwa engkau menyakitinya dan membuatnya menjadi letih.”

Hadis ini diriwayatkan Abū Dāwud dalam kitab Sunan Abī Dāwud pada bab perlakuan kepada hewan peliharaan yang diperintahkan Islam pada jilid 3 halaman 25 nomor hadis 2549 pada cetakan al-Maktabah al-‘Asrīyah, Beirut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here