Karena Manusia Diciptakan dari Sumber yang Sama, Maka Bertakwalah dan Saling Mengasihi Sesama Manusia

0
1074

BincangSyariah.Com – Sudah dibicarakan di dalam pengantar Tafsir Surah An-Nisa’ dan pembahasannya apakah seluruh ayatnya madaniyyah atau makkiyyah sampai apakah surah tersebut hanya ditujukkan untuk masyarakat Mekkah atau untuk semua umat muslim. Yang jelas, dalam kajian kali ini kita akan melihat apa substansi penafsiran dari surah An-Nisa’ ayat 1

Ayat pertama secara ringkas akan membahas bahwa karena manusia itu memang Allah firmankan untuk saling berkembangbiak sehingga bisa menyebar ke seluruh penjuru muka bumi (dan mungkin juga alam semesta), maka kita disuruh bertakwa, beriman kepada Allah dengan baik. Adanya laki-laki atau perempuan, itu adalah diantara sebab mengapa manusia bisa berkembang biak.

Allah berfirman dalam surah An-Nisa’ ayat 1,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Hai sekalian Manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari jiwa yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan pasangannya, dan dari keduanya memperkembangbiakakkan banyak laki-laki lagi perempuan. Dan bertakwalah kepada Allah dimana dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.

Syaikh ‘Ali Jum’ah, ulama besar dari Mesir, menjelaskan dalam serial pengajian tafsirnya bahwa ayat pertama surah An-Nisa’ ini adalah diantara ayat yang dikategorikan sebagai ayat syiar agama (ayaat as-syi’ar). Maksudnya, ayat-ayat ini Rasulullah Saw. seringkali ulang-ulang dalam berbagai kesempatan, diantaranya adalah dijadikan pembuka ketika ingin berpidato. Ayat ini diantara dijadikan ayat yang digunakan untuk khutbah nikah. Syaikh ‘Ali Jum’ah, ayat-ayat syiar ini ada beberapa dalam Al-Qur’an, seolah isinya menggambarkan inti ajaran Islam sehingga Nabi Saw. mengulang-ulangnya. Misalnya surah Al-Ikhlash, disebut sebagai sepertiga Al-Qur’an. Lalu ayat Kursi, dan Surah al-‘Ashr. Ada riwayat dari Abdullah bin Mas’ud, andaikan Allah menurunkan Al-Qur’an hanya surah al-‘Ashr, itu sudah cukup menggambarkan inti ajaran Islam.

Baca Juga :  Bolehkah Membagi Warisan Berdasarkan Kesepakatan?

Ayat pertama dari surah ini, Allah menyeru kepada manusia untuk bertakwa kepada Tuhan kalian (ittaquu rabbakum) yang telah menciptakan manusia dari diri yang satu (min nafsin waahidatin) yaitu Adam, dan menciptakan pasangan, yaitu Hawa, dari diri Adam sendiri. Apa itu manifestasi dari takwa? Ibn Katsir dalam tafsirnya, Tafsir al-Qur’an al-‘Adhim mengatakan yang dimaksud takwa adalah menghamba kepada-Nya. Dari sini, Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghayb kemudian mengkritik pandangan yang mengatakan kalau seruan bertakwa untuk manusia ini, hanya ditunjukkan untuk orang Mekkah. Padahal, ajakan bertakwa itu ditunjukkan untuk manusia sepanjang masa.

Mengapa Allah memulai dengan penjelasan penciptaan manusia, dan Allah berlanjut menjelaskan kemahakuasaan-Nya untuk membuat manusia bisa beranak pinak sampai sekarang? Lalu, di akhir ayat 1 ini Allah menutupnya dengan pernyataan kalau Allah Maha Mengawasi kepada semua hamba-hamba-Nya. Masih kata Ar-Razi, dalam karya tafsirnya yang masyhur, Mafatih al-Ghayb, surah yang dimulai dengan ajakan bertakwa lalu diiringi dengan penjelasan asal usul manusia itu, adalah bentuk dari penegasan Allah bahwa Dia benar-benar berkuasa penuh atas segala makhluk-Nya.

Kemudian tentang bagaimana maksud dari Hawa merupakan bagian dari Adam, secara pemahaman hadis telah dijelaskan dalam artikel berjudul Perempuan Diciptakan dari Tulang Rusuk Laki-Laki, Benarkah?.

Allah kemudian mengulang kembali penjelasannya dengan mengajak kita untuk bertakwa kepada Allah, karena Dia telah Maha Kuasa menciptakan-Nya bahkan setelah menciptakan, Dia berkemampuan untuk membuat kita beranak pinak dengan menciptakan pasangan dan akhirnya bisa ada laki-laki dan perempuan banyak sekali sampai saat ini di muka bumi.

Karena kita berasal dari sumber yang sama, kita diajak untuk terus bertakwa kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya diantaranya dalam bentuk menjaga hubungan kekeluargaan dengan tidak memutuskannya. Karena, Allah Maha Mengawasi atas apa yang kita lakukan. Ayat ini menjelaskan dengan urut sekali, dimulai dari ajakan bertakwa kepada yang Menciptakan, yaitu Allah, lalu Allah memberikan alasan kenapa kita harus bertakwa karena Dia yang menciptakan manusia dari sumber yang satu dan akhirnya bisa beranak pinak, diakhiri dengan memelihara hubungan kekeluargaan. Karena, Allah kembali menegaskan, kalaupun kita mau mencoba tidak bertakwa, dengan tidak beribadah pada-Nya atau menghancurkan hubungan kemanusiaan, Allah Maha Tahu dan Mengawasi kok segala langkah-langkah manusia. Saya ingin menutup dengan ungkapan Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghayb yang baik sekali,

Baca Juga :  Pintu Langit Terbuka saat Surah Alfatihah Diturunkan

 أن الناس إذا عرفوا كون الكل من شخص واحد تركوا المفاخرة والتكبر وأظهروا التواضع وحسن الخلق

manusia itu ketika memahami bahwa semua umat manusia di dunia ini nenek moyangnya satu, mereka akan maningggalkan sikap sombong dan saling membanggakan diri, sebaliknya justru sering menunjukkan kerendahan hati dan akhlak yang mulia.

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here