Kapankah Hukum Mengganti Nama Menjadi Wajib?

0
17

BincangSyariah.Com- Hukum asal seseorang mengganti nama dalam Islam adalah boleh. Namun, dalam hukum fiqih Islam, ada kalanya mengganti nama itu menjadi wajib. Nah, kapankah hukum mengganti nama itu menjadi wajib?

Ada pun keadaan yang membuat hukum mengganti nama menjadi wajib adalah jika nama seseorang itu bertentangan dengan akidah Islam. Atau nama tersebut berarti menghambakan diri kepada selain Allah.

Misalnya seseorang itu memiliki nama ; Abdul Rasul  (hamba rasul), Abdul Husein (hamba husein), Hamba Ka’bah (hamba ka’bah), atau Hamba Hasan (Hamba hasan). Ketika nama seseorang, menindikasikan penghambaan diri selain kepada Allah, maka ia wajib hukumnya mengganti nama.

Pada kitab Fatawa Syubkatu al Islamiyah asy Syamilah, Jilid XIII, menyebutkan sejatinya hukum asal mengganti nama adalah boleh. Namun, ada kondisi yang membuat hukum mengganti nama menjadi wajib, yakni  tatkala nama tersebut bertentangan dengan akidah Islam, misalnya nama seseorang Abdul Al-Masih, atau Abdul Rasulullah.

Dalam kitab Fatawa Syubkatul Islamiyah assy Syamilah, Jilid XIII, halaman 211 dijelaskan;

فالأصل أن تغيير الأسماء جائز طلبا لاسم حسن أو أحسن، بل قد يكون تغيير الاسم واجبا، وذلك في حق من تسمى باسم ينافي عقيدة الإسلام كعبد المسيح أو عبد الرسول ونحوه

Artinya; hukum asal mengganti nama kepada nama yang lebih baik adalah boleh hukumnya. Tapi terkadang mengganti nama menjadi wajib. Demikian itu apabila nama seseorang itu bertentangan dengan akidah Islam, seperti nama Abdul  Al Masih atau Abdul Rasul dan sebagainya.

Di sisi lain, Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, dalam fatwanya mengatakan bahwa haram hukumnya membuat nama yang menghambakan diri kepada makhluk. Itu tergolong kepada sikap musyrik. demikian itu, sangat dilarang dalam Islam.

Bin Baz dalam fatwanya mengatakan;

لا يجوز التعبيد لغير الله جل وعلا، لا يجوز أن يسمي عبد النبي ولا عبد علي ولا عبد الحسين، ولا عبد جبرائيل، ولا عبد الرسول، ولا عبد القمر، ولا عبد الشمس، التعبيد لله وحده سبحانه وتعالى، يسمي عبد الله،

Artinya; Tidak boleh menghambdakan diri kepada selain Allah Azza wa jalla, maka tak boleh membuat nama Abdul nabi, Abdul Ali, Abdul Husein, Abdul Jibril, Abdul Rasul, atau Abdul Qomar (hamba bulan) atau Abdul Syamsi (hamba matahari). Sejatinya hanya menyembah kepada Allah, maka berikan nama ; Abdullah.

Menurut Ibn Hazm bahwa ulama sepakat bahwa hukumnya tak boleh memberikan nama seseorang dengan nama yang menghambakan diri kepada selain Allah, atau membuat nama menghambakan diri kepada makhluk.  Dan tak boleh seseorang menyembah kepada selain Allah. Itu sangat dilarang dalam Islam.

Ibn Hazm Andalusia mengatakan;

اتفق العلماء على أنه لا يجوز التعبيد لغير الله سبحانه وتعالى، فلا يجوز للمسلم أن يعبد لغير الله، فلا يقول: عبد الكعبة، ولا عبد النبي،…الخ, يجب التعبيد لله

Artinya; Sepakat ulama bahwa terlarang hukumnya memberikan nama yang menyembah kepada selain Allah, maka tak boleh bagi seorang muslim bahwa ia menyembah kepada selain Allah, maka jangan engaku beri nama; Abdul Ka’bah atau Abdun Nabi,  maka seseorang wajib menyembah kepada Allah.

Demikian penjelasan singkat ini. Semoga bermanfaat.

Baca: Bagaimana Hukum Mengganti Nama Setelah Dewasa Dalam Islam?)

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here