Kapan Waktu Diharamkan Jual Beli di Hari Jumat Dimulai?

0
797

BincangSyariah.Com – Hari Jumat merupakan hari paling mulia di antara hari-hari lainnya. Pada hari itu, kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah, seperti memperbanyak shalat sunah, membaca al-Quran, istighfar, shalawat kepada Nabi Saw, dan lainnya. Bahkan khusus di hari Jumat, ada waktu yang dilarang untuk melakukan jual beli. Kapan waktu diharamkan jual beli di hari Jumat tersebut?

Terkait waktu yang dilarang pada hari Jumat ini, Allah berfirman dalam surah al-Jumu’ah ayat 9 berikut;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kalian unutuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Hal itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.”

Ayat ini berisi anjuran untuk mengingat Allah dan larangan melakukan transaksi jual beli ketika kita sudah dipanggil untuk melakukan shalat Jumat. Namun demikian, ada perbedaan ulama dalam masalah kapan waktu larangan tersebut dimulai dan kapan pula berakhir.

Menurut Imam al-Dhahhak, Hasan al-Bashari dan Atho’, larangan melakukan jual beli di hari Jumat dimulai sejak matahari tergelincir (awal masuk shalat Jumat) dan berakhir pada saat shalat Jumat selesai dilaksanakan. Dengan demikian, menurut pendapat ini, jika waktu shalat sudah tiba dan shalat Jumat belum selesai dilakasanakan, kita tidak diperbolehkan melakukan transaksi jual beli.

Sementara menurut Imam Syafii, larangan melakukan jual beli di hari Jumat dimulai sejak azan sebelum khutbah (azan kedua) dikumandangkan dan berakhir hingga waktu shalat Jumat dilaksanakan. Karena itu, menurut pendapat ini, meskipun waktu shalat Jumat telah tiba tapi jika azan kedua belum dikumandangkan, maka kita masih boleh melakukan jual beli. Kita hanya dilarang ketika azan kedua dikumandangkan sampai shalat Jumat mau dilaksanakan.

Baca Juga :  Belanja Waktu Shalat Jumat, Apakah Akad Jual-Beli Sah?

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tafsir al-Qurthubi berikut;

وفي وقت التحريم قولان ؛الأول : أنه من بعد الزوال إلى الفراغ من الصلاة ، قاله الضحاك ، والحسن والعطاءالثاني : من وقت أذان الخطبة إلى وقت الصلاة ، قاله الشافعي

“Terkait waktu keharaman jual beli, ada dua pendapat. Pertama, dimulai sejaka matahari tergelincir sampai shalat Jumat selesai dilaksanakan. Ini adalah pendapat al-Dhahhak, Hasan dan Atha’. Kedua, dimulai sejak azan khutbah sampai waktu shalat. Ini adalah pendapat Imam Syafii.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here